140 Pengemudi KWK di Jakut Diedukasi Keselamatan dan Pelayanan
Sebanyak 140 pengemudi Koperasi Wahana Kalpika (KWK) yang terintegrasi dalam program Jak Lingko, Rabu (20/5), mengikuti pembinaan dan pelatihan Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Upaya untuk menjaga kinerja pelayanan
Kegiatan yang mengusung tema “Etika dan Tata Cara Berlalu Lintas di Jalan Raya” ini diadakan di Gedung KWK Korwil Jakarta Utara, Jalan Pedongkelan, Cilincing.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudi Saptari Sule Suryana mengatakan, pembinaan dan edukasi terhadap pramudi dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan keselamatan berlalulintas.
Tingkatkan Kualitas Pramudi, Transjakarta Academy Jalin Kerja Sama dengan KWK“Pembinaan ini menjadi upaya untuk menjaga kinerja pelayanan, meningkatkan keselamatan, serta menertibkan dan mencegah pengemudi yang melakukan pelanggaran lalu lintas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut para pengemudi diberikan materi mengenai tata cara berlalu lintas yang baik, pemahaman pentingnya alat pendukung keselamatan lalu lintas, hingga penerapan tata cara berkendara yang aman di jalan raya.
Rudi berharap, seluruh pramudi dapat mematuhi dan melaksanakan SOP maupun SPM yang berlaku, serta menaati seluruh aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
“Diharapkan melalui kegiatan ini operasional mikrotrans, khususnya di wilayah Jakarta Utara, dapat semakin optimal dalam melayani masyarakat serta mewujudkan lalu lintas yang lancar, aman, nyaman, dan terintegrasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK), Taufik Azhar mengapresiasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara dan Transjakarta yang telah menggelar kegiatan pembinaan bagi para pramudi.
"Pembinaan dan pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kedisiplinan pengemudi dalam menjalankan SOP dan SPM pelayanan transportasi umum," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait insiden kecelakaan yang melibatkan armada Mikrotrans beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa evaluasi total terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami berkomitmen menjadikan hal itu sebagai pelajaran berharga. Semoga ke depannya, para pramudi kami dapat lebih mengayomi dan melayani masyarakat dengan rasa aman serta nyaman,” tandasnya.