You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
150 Pelaku Ekraf Ikuti Bimtek Inovasi Produk Ramah Lingkungan
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Pelaku Ekraf di Jakut Diajak Kembangkan Produk Kreatif Ramah Lingkungan

Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2026.

"Kampanye ramah lingkungan"

Bimtek yang berlangsung di salah satu hotel di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok ini mengusung tema "Jakarta Utara Berkreasi dalam Produk Kreatif yang Higienis dan Ramah Lingkungan" dan diikuti 150 peserta yang terdiri dari pelaku usaha kreatif, Jakpreneur, serta UKM binaan Sudin Parekraf Jakarta Utara. 

Bimtek Ekraf di Pulau Untung Jawa Diikuti 50 Peserta

Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai strategi pengembangan sektor ekonomi kreatif yang inovatif dan berkelanjutan. Tema tersebut juga dipilih untuk memperingati Hari Bumi Internasional yang diperingati setiap 22 April.

"Fokus aksi kami adalah pengurangan sampah plastik, kampanye ramah lingkungan, dan edukasi berkelanjutan. Kami ingin UKM di Jakarta Utara memiliki peluang besar memanfaatkan sampah atau limbah sebagai bahan baku produk bernilai jual tinggi," ujarnya, Kamis (21/5).

Dyah menjelaskan, sampah memiliki potensi ekonomi apabila dipilah dan diolah secara kreatif. Melalui Bimtek ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai standardisasi produk, pengemasan, hingga manajemen pemilahan sampah.

Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber, di antaranya Konsultan Gizi Rita Ramayulis dan Circular Economy and Waste Management Specialist Zulfikar.

"Selain materi ramah lingkungan, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait produk makanan higienis, sistem pembayaran QRIS Jakpreneur, hingga Sensus Ekonomi Tahun 2026," terangnya.

Sementara itu, Subkelompok Perekonomian Jakarta Utara, Jazuli mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Bimtek ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

"Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami mendorong pelaku UKM berperan aktif menciptakan lingkungan sehat melalui usaha ramah lingkungan. Masyarakat juga diajak memilah sampah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, B3, dan residu," ungkapnya.

Ia berharap, Bimtek ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga membangun jejaring usaha yang berkelanjutan di Jakarta Utara. Sebab ekonomi kreatif tanpa kepedulian lingkungan biasanya hanya berakhir menjadi kemasan lucu yang isinya tetap merusak bumi.

"Melalui semangat kolaborasi bersama RT, RW, hingga komunitas, diharapkan Jakarta Utara menjadi wilayah yang aktif dan konsisten menerapkan budaya pilah sampah demi masa depan ekonomi kreatif yang lebih gemilang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6210 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2637 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2231 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1850 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1760 personNurito