Pedagang di Terminal Kalideres Diedukasi Pemilahan Sampah
Pengelola Terminal Kalideres Bersama jajaran kelurahan setempat, Kamis (21/5), menggelar sosialisasi pemilahan sampah kepada 50 pedagang dan pelaku UMKM di lingkungan terminal.
"Sosialisasi harus dilakukan secara terus-menerus dan massif,"
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo mengatakan, sosialisasi dilakukan agar para pedagang dan pealku UMKM lebih disiplin dalam memilah sampah, sekaligus upaya mendukung Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengelolaan dan pengurangan sampah dari sumbernya.
“Tujuannya agar memudahkan petugas kebersihan menjaga kebersihan terminal,” katanya.
Sosialisasi Pemilahan Sampah Digencarkan di JakselDilanjutkan Nur, para pedagang memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan terminal. Selama ini aktivitas usaha sehari-hari mereka turut menyumbang sampah dalam jumlah besar, mulai dari plastik makanan, botol minuman, kaleng, hingga sisa makanan.
Diakui Nur, penerapan budaya pilah sampah di lingkungan terminal masih menghadapi sejumlah kendala, terutama karena karakteristik aktivitas terminal yang padat dan dinamis.Namun, setelah diedukasi, mereka mulai bisa memahami pentingnya pengelolaan sampah
"Sosialisasi harus dilakukan secara terus-menerus dan massif agar mereka terbiasa memilah sampah dan jadi budaya ," tukasnya.
Lurah Kalideres, Rizky Dwi Putra berharap, pemilahan sampah yang dilakukan seluruh komponen masyarakat akan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang.
Tidak hanya mengurangi volume sampah, pemilihan dan pengelolaan sampah ditegaskan Rizky juga akan mendatangkan nilai ekonomis.
“Saya berharap para pedagang mulai sekarang dapat memilah sampah. Dengan begitu, sampah residu yang dibuang ke Bantargebang semakin minim,” tandasnya.