Panen Serentak Labu Madu di Jakarta Selatan Hasilkan 1,1 Ton
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat mengadakan panen serentak labu madu di 167 lokasi. Hasilnya, sebanyak 1,1 ton labu madu berhasil dipanen.
"Penguatan ketahanan pangan"
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, panen serentak ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan keluarga, optimalisasi pemanfaatan lahan perkotaan, serta penguatan gerakan urban farming di Jakarta Selatan.
Iin Panen Padi di Rooftop Kantor Lurah Tangki"Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam budi daya tanaman pangan yang produktif dan bernilai ekonomi," ujarnya, saat melakukan panen serentak terpusat di Kelompok Tani Apel, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan, Selasa (26/5).
Anwar menjelaskan, kegiatan seperti ini harus terus ditingkatkan dan digalakkan. Para camat dan lurah senantiasa diminta memberikan dukungan kepada kader lingkungan agar terus berinovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Jakarta.
"Melalui penguatan ketahanan pangan lokal, Jakarta Selatan tidak akan selalu bergantung pada pasokan dari daerah penyangga," terangnya.
Menjelang purna tugas, Anwar juga berpesan kepada pimpinan yang baru agar program-program ketahanan pangan yang telah berjalan dengan baik dapat terus dilanjutkan.
"Jangan sampai program yang sudah berjalan baik terhenti. Sinergisitas ini harus terus ditingkatkan karena rekam jejaknya sudah ada, didukung oleh LMK, RW, dan RT yang lengkap. Jika kita bekerja sama secara masif, insyaAllah semua rencana akan terlaksana dengan baik," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar menambahkan, panen dilaksanakan di 167 lokasi yang terdiri dari 75 lokasi urban farming TP PKK, 62 RPTRA, serta 30 lahan kelompok tani dan urban farming.
Selain menghasilkan 1,1 ton labu madu, panen hari ini juga menghasilkan 710,5 kilogram sayuran, seperti pakcoy, kangkung, cabai, terong, tomat, dan bayam. Kemudian, sebanyak 295 kilogram buah-buahan serta 150 kilogram ikan nila dan lele.
"Kegiatan panen, khususnya labu madu ini, menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan pertanian perkotaan yang berkelanjutan," bebernya.
Ia menuturkan, labu madu dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan karena kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, dan beta karoten. Kandungan tersebut dinilai baik untuk mendukung kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjaga kesehatan jantung.
Labu madu juga memiliki nilai gizi yang baik apabila dikonsumsi atau dibagikan kepada anak-anak stunting guna mendukung pertumbuhan anak.
"Saya berharap pengembangan tanaman ini dapat lebih masif lagi karena ketahanan pangan lingkungan sangat baik untuk meningkatkan perekonomian dan kesehatan warga," tandasnya.