You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dimaz Raditya komisi C ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

BUMD Diminta Lebih Kreatif Tingkatkan Pendapatan Perusahaan

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya meminta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk lebih kreatif mengembangkan usaha sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"bagaimana mensinergikan ide,"

Menurut Dimaz, secara umum program yang dijalankan BUMD berjalan baik dan diharapkan menjadi bahan masukan pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

“Program-programnya baik-baik saja, bagus-bagus tentunya. Mudah-mudahan bisa dijadikan masukan buat teman-teman BUMD untuk RKPD yang kita bahas pada pembahasan KUA-PPAS nanti,” ujar Dimaz, Sabtu (30/5).

CSR BUMD Didorong Fokus Tangani Sampah Jakarta

Ia menyampaikan, subsidi besar masih digelontorkan pada sektor layanan transportasi.

Menurutnya, subsidi memang masih dibutuhkan masyarakat. Namun, beban APBD yang terdampak penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) membuat Pemprov DKI perlu mencari skema lain agar subsidi dapat ditekan tanpa mengurangi pelayanan publik.

Dimaz pun mendorong Transjakarta untuk menghadirkan inovasi dan program yang mampu meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap subsidi APBD.

“Makanya saya kasih tantangan kepada Transjakarta bagaimana mensinergikan ide yang bagus atau program yang baik bisa mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang itu masih besar, tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Dimaz menilai, wacana kenaikan tarif Transjakarta masih perlu dikaji secara matang. Sebab, saat ini kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat belum mendukung kebijakan kenaikan tarif dalam waktu dekat.

“Kalau dinaikkan tarif sekarang mungkin belum tepat. Namun ini juga jadi dilema karena angka APBD kita berkurang jauh akibat DBH berkurang,” ucapnya.

Ia menyebut, opsi penyesuaian tarif masih menjadi salah satu alternatif yang tengah dikaji oleh Transjakarta untuk mengurangi beban subsidi.

Lebih lanjut, Dimaz juga menaruh harapan besar terhadap transformasi PAM Jaya. Ia berharap, perubahan status tersebut dapat membuat perusahaan lebih fleksibel mengembangkan bisnis sekaligus mempercepat capaian target layanan air bersih warga Jakarta.

“Saya harap PAM bisa mempercepat target untuk 100 persen cakupan layanan air di Jakarta,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2902 personAnita Karyati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye2070 personNurito
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1696 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1679 personNurito
  5. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1666 personDessy Suciati