You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kelurahan Taman Sari Targetkan Buat 32 Lubang Biopori Pilah Sampah
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Kelurahan Taman Sari Targetkan 32 Lubang Biopori Pilah Sampah

Kelurahan Taman Sari menargetkan 32 lubang biopori sebagai wadah pemilahan sampah organik di delapan RW. Hingga awal Juni ini, telah dibuat tujuh lubang biopori di dua wilayah RW.

Selain berfungsi sebagai resapan air,

Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun mengatakan, pada hari ini pihaknya membuat empat unit lubang biopori menggunakan tong plastik di Jalan Mangga Besar 4c RT 05/01. Lubang biopori itu memiliki diameter sekitar 40 sentimeter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

"Selain berfungsi sebagai resapan air, lubang biopori ini kita manfaatkan untuk melakukan pemilahan sampah organik," katanya, Senin (15/6)

Kelurahan Tomang Kurangi Sampah dengan Lubang Biopori

Berbagai sampah organik yang bisa dimasukkan dalam lubang biopori itu, antara lain sampah dapur dan sisa makanan. 

"Hasil dari pemilahan sampah itu nantinya akan dibuat pupuk kompos," jelasnya.

Selain di wilayah RW 01, Malik mengaku telah membuat satu unit lubang biopori di RW 05 serta dua unit lainnya di area kantor kelurahan. 

Menurut Malik, Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Taman Sari akan memberikan bantuan berupa empat unit tong plastik sebagai wadah lubang biopori ke seluruh RW di wilayahnya 

"Kami berharap warga juga melakukan swadaya untuk menambah jumlah lubang biopori di lingkungan masing-masing," tuturnya.

Disebutkan Malik, saat ini seluruh RW di wilayahnya sudah melakukan pemilahan sampah dari sumber, sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026.

"Gerakan memilah sampah ini baru kita gencarkan setelah adanya pencanangan oleh Pak Gubernur Mei 2026 lalu. Bank sampahnya RW 01 ini bahkan hasilnya sampai 100 kilogram setiap timbang," ujarnya.

Ketua RW 01 Kelurahan Taman Sari, The Khe King mengaku di wilayah terdapat 13 RT. Saat ini seluruhnya telah terlibat gerakan memilah sampah.

Bahkan, pihaknya juga telah menetapkan sistem ganjil genap pengangkutan sampah. Yakni, setiap tanggal genap pengangkutan mengambil sampah basah dan setiap tanggal ganjil untuk pengangkutan sampah kering.

"Kami sangat mendukung program Gubernur mengurangi sampah. Warga Kami pun sangat antusias," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Wali Kota Jaksel Minta Jajaran Responsif Tangani Aduan Warga

    access_time06-07-2026 remove_red_eye2494 personTiyo Surya Sakti
  2. Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

    access_time04-07-2026 remove_red_eye1314 personFolmer
  3. Pramono Sebut Transparansi Perizinan Jadi Kunci Jakarta Kota Global

    access_time07-07-2026 remove_red_eye1267 personDessy Suciati
  4. JKF 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Menuju Jakarta Kota Global

    access_time05-07-2026 remove_red_eye1192 personFakhrizal Fakhri
  5. Peringatan 100 Tahun, Pemprov DKI Komitmen Lanjutkan Legasi Ali Sadikin

    access_time07-07-2026 remove_red_eye1173 personDessy Suciati