You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Biopori Jumbo Optimalisasi Pengelolaan Sampah di Grogol Selatan
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Biopori Jumbo Optimalisasi Pengelolaan Sampah di Grogol Selatan

Pihak Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menghadirkan inovasi lubang biopori jumbo di sejumlah titik sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

"Berjalan dengan baik dan berkelanjutan"

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Grogol Selatan, Fitri Wulandari mengatakan, saat ini terdapat lima lubang biopori jumbo berkapasitas 200 liter yang sudah tersedia.

1.000 Lubang Biopori Jumbo Ditargetkan Terealisasi di Kecamatan Cipayung

"Hari ini kami membuat satu lubang biopori jumbo di Jalan Kramat, RT 14/01 menggunakan drum besar yang merupakan bantuan dari Legislator DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo," ujarnya, Jumat (19/6).

Fitri menjelaskan, selain pembangunan lubang biopori jumbo, pihaknya bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan juga terus melakukan sosialisasi kepada pengurus RT dan RW mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Memurutnya, sosialisasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, salah satunya dalam program Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Francine Widjojo atas perhatian dan kontribusinya bagi lingkungan kami. Semoga upaya pengelolaan sampah di wilayah ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," terangnya.

Sementara itu, Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo menuturkan, pemberian drum biopori jumbo berkapasitas sekitar 200 liter tersebut bertujuan membantu mengatasi permasalahan sampah, khususnya sampah organik yang dihasilkan warga.

"Kami ingin memperbanyak lubang biopori agar sampah organik tidak berakhir di TPST Bantar Gebang. Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantar Gebang hanya akan menerima sampah residu. Untuk itu, sampah selain residu harus diolah langsung dari sumbernya," bebernya.

Ia menyebut, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui kelurahan dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Ia menginginkan, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas biopori jumbo dengan optimal serta semakin aktif dalam memilah sampah dari sumbernya.

"Mari kita kurangi dan pilah sampah dari sumbernya agar Jakarta tidak lagi menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks. Sehingga, volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang dan risiko permasalahan lingkungan dapat diminimalisir," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye2839 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. 17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

    access_time14-09-2026 remove_red_eye1251 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

    access_time12-09-2026 remove_red_eye1181 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

    access_time14-09-2026 remove_red_eye1040 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye913 personFakhrizal Fakhri