You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260626 WA0094
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Badan Publik di Jakarta Didorong Mampu Terapkan KIP Tepat Sasaran

Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta meminta badan publik mampu menerapkan keterbukaan informasi secara tepat sasaran guna meningkatkan kepercayaan publik.

"Keterbukaan informasi publik dan perlindungan data pribadi berjalan beriringan,"

Hal ini disampaikan Ketua KI DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat pada acada seminar Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan PPID Utama Provinsi DKI Jakarta di Ruang Sri Gunting, Ruang Pola kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (26/6).

Ia mengatakan, KIP hendaknya berjalan beriringan dengan perlindungan data pribadi. 

Diskominfotik DKI Komitmen Dukung Keterbukaan Informasi Publik

Sebab, implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan regulasi perlindungan data pribadi merupakan dua instrumen yang saling melengkapi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

"Keterbukaan informasi publik dan perlindungan data pribadi berjalan beriringan. Keduanya memiliki mekanisme dan pengaturan masing-masing yang harus dipahami setiap badan publik," ujarnya.

Harry mengungkapkan, pemahaman yang baik terhadap kedua regulasi iji akan membantu badan publik memberikan pelayanan informasi secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan sehingga epercayaan masyarakat terhadap badan publik akan semakin meningkat.

"Kepercayaan publik dibangun melalui keterbukaan informasi publik yang tepat, dan bertanggung jawab. Karena itu, Badan publik harus mampu membedakan informasi yang wajib dibuka dengan informasi dikecualikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, Pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 secara tegas mengatur jenis-jenis informasi yang dikecualikan, antara lain informasi yang dapat menghambat proses penegakan hukum, mengganggu perlindungan hak kekayaan intelektual dan persaingan usaha, membahayakan pertahanan dan keamanan negara, mengungkap kekayaan alam Indonesia, merugikan ketahanan ekonomi nasional, mengganggu hubungan luar negeri, mengungkap akta autentik yang bersifat pribadi, membocorkan rahasia pribadi seseorang, memorandum atau surat yang bersifat rahasia, serta informasi lain yang secara tegas dilarang dibuka berdasarkan peraturan perundang-undangan.

"Kasus sengketa informasi yang kami tangani banyak berada pada wilayah abu-abu antara informasi publik dan informasi pribadi. Oleh kareja itu, dibutuhkan pemahaman yang utuh terhadap regulasi agar badan publik tidak keliru saat memberikan informasi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye2456 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

    access_time20-06-2026 remove_red_eye924 personNurito
  3. 2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir

    access_time23-06-2026 remove_red_eye811 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. MRT Terapkan Tarif Rp1 pada 22, 27, dan 28 Juni 2026

    access_time21-06-2026 remove_red_eye804 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye761 personAldi Geri Lumban Tobing