You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Seni Budaya Khas Jepang Hadir di Jak-Japan Matsuri
photo Nurito - Beritajakarta.id

Jak-Japan Matsuri Diharap Banyak Datangkan Turis

Perhelatan Jak-Japan Matsuri kembali digelar di ibukota mulai Minggu (6/9) hingga Sabtu (12/9) mendatang. Kali ini, kegiatan yang menampilkan beragam pentas seni dan budaya Jepang tersebut akan dilangsungkan di Atrium Plaza Senayan.

Kami berharap dalam situasi ekonomi seperti ini, Jepang bisa mendatangkan banyak turis ke Jakarta

Ketua Panitia Jak-Japan Matsuri, Kobayashi mengatakan, akan banyak penampilan seni budaya khas Jepang baik tradisional maupun modern. Di antaranya, seni musik tradisional koto dan tari kenbutsu performance. Tak hanya itu, kegiatan ini juga diisi pameran wisata khas Jepang.

"Kami berharap dari Jak-Japan Matsuri ini, warga Jakarta dan Jepang yang ada di Jakarta dapat terhibur," ujar Kobayashi, Minggu (6/9).

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menambahkan, Jakarta dan Jepang memiliki hubungan yang sangat panjang dan erat.

"Kami berharap dalam situasi ekonomi seperti ini, Jepang bisa mendatangkan banyak turis ke Jakarta," kata Ahok.

Seperti diketahui, kemunculan festival Jak-Japan Matsuri sudah ada sejak tujuh tahun lalu pada saat perayaan diplomatik hubungan Indonesia - Jepang yang ke 50 di Jakarta.

Sejak saat itu, perhelatan Jak-Japan Matsuri tak pernah absen digelar setiap tahun. Kegiatan ini juga bertujuan mengobarkan api persahabatan Indonesia dan Jepang.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1178 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati