You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Biopori sampah organik nur
photo Nurito - Beritajakarta.id

Warga Cibubur Kompak Pilah dan Olah Sampah

Sebanyak 83.850 warga di Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur sudah menerapkan pemilahan sampah dari sumber. Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan sosialisasi dan evaluasi program pengolahan sampah yang diadakan di Kantor Kelurahan Cibubur hari ini.

"Lubang biopori jumbo"

Sekretaris Kelurahan Cibubur, Nurhasanah mengatakan, pemilahan sampah kini sudah dilakukan oleh warga di 14 RW. Melalui kebiasaan tersebut, sebagian warga tidak lagi bergantung pada tempat penampungan sampah sementara (TPS) karena sampah sudah dikelola sejak dari rumah.

Tumpukan Sampah di Cakung Dibersihkan, Gubernur Ajak Warga Mulai Pilah Sampah

Menurutnya, sampah organik sisa dapur diolah melalui lubang biopori jumbo berdiameter satu meter dengan kedalaman dua meter. Sedangkan, sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang. 

"Saat ini hanya sampah residu yang diangkut ke tempat pemrosesan akhir. Kami sangat mengapresiasi warga yang sudah melakukan program pilah sampah dari sumbernya. Sehingga, sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang dapat terus berkurang," ujarnya, Rabu (8/7).

Nurhasanah menjelaskan, saat ini sudah tersedia sebanyak 20 lubang biopori jumbo yang tersebar di RW 03, RW 06, dan RW 10. Pembuatan fasilitas tersebut dikerjakan oleh 20 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). 

"Jumlahnya akan terus ditambah menyesuaikan kebutuhan serta ketersediaan lahan," terangnya.

Sekretaris Kecamatan Ciracas, Rahma Edwina memaparkan, sosialisasi diikuti 60 peserta yang terdiri dari pengurus RT/RW, LMK, kader PKK, dan Dasawisma. 

Selain memberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penginputan data ke dashboard monitoring pemilahan sampah.

"Data di kelurahan menunjukkan sudah lebih dari 83 ribu warga melakukan pemilahan sampah dari sumber. Data ini masih dalam proses penginputan ke dashboard Gerakan Pilah Sampah DKI Jakarta," ungkapnya.

Rahma berharap, seluruh warga dapat terus konsisten menjalankan pemilahan sampah sehingga target pengurangan pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang dapat tercapai mulai 1 Agustus mendatang.

Sementara itu, Ketua RW 10, Kelurahan Cibubur, Nur Syamsi menambahkan program pilah sampah sudah berjalan di wilayahnya dengan dukungan satu lubang biopori jumbo yang dibangun di lahan kosong milik warga yang dijadikan Proklim dan akan terus ditambah secara bertahap.

Selain itu, warga juga sudah membuat sekitar 100 lubang biopori berukuran kecil di RT 13/10 sebagai upaya memperluas pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan.

"Program pemilahan sampah dari sumber sudah kami jalankan. Lubang biopori jumbo baru selesai dibuat dan ke depan akan terus kami tambah sesuai kebutuhan," tandasnya.

Ia menuturkan, pemilahan sampah juga memberikan manfaat ekonomi bagi petugas pengangkut sampah lingkungan. Selain memperoleh upah dari layanan pengangkutan, mereka juga mendapatkan tambahan penghasilan dari pengelolaan sampah anorganik yang memiliki nilai jual.

"Semoga warga semakin semangat untuk ikut berkontribusi mengatasi persoalan sampah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye6940 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1902 personFakhrizal Fakhri
  3. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye1689 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1673 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1582 personFakhrizal Fakhri