You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rptra senen rezap
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Perluas Ruang Bermain, Jumlah RPTRA di Jakarta Bakal Terus Ditambah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan Pemprov DKI akan terus menambah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di berbagai wilayah sebagai upaya memperluas ruang bermain bagi anak-anak.

"ruang bermainnya lebih banyak,"

Pramono mengatakan, saat ini sebanyak 324 RPTRA telah dibangun kembali. Ke depan, sambung dia, pembangunan RPTRA dilakukan dengan konsep yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang tersedia.

Menurutnya, pembangunan RPTRA tidak lagi harus dilakukan dalam skala besar. Selama terdapat lahan fasos dan fasum yang memadai, Pemprov DKI akan mendorong agar lahan tersebut segera dimanfaatkan menjadi ruang publik ramah anak.

Urban Farming RPTRA Manuver Panen 25 Kilogram Golden Melon

"Kalau ada fasos-fasum yang bisa dibuat menjadi RPTRA, saya mendorong untuk segera dilakukan," ujar Pramono, Senin (20/7).

Ia menambahkan, penambahan RPTRA bertujuan menghadirkan lebih banyak ruang bermain yang hijau, aman, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

"Karena bagi saya, Jakarta ingin ruang bermainnya lebih banyak, lebih hijau, lebih nyaman, lebih aman, dan bisa dimanfaatkan oleh siapa pun," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6886 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5679 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3447 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2130 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1895 personAnita Karyati