You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
RW dan RT di Tegal Parang Sudah Miliki Tempat Pengelolaan Sampah
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Warga Tegal Parang Antusias Kelola Sampah Mandiri

Sebanyak tujuh Rukun Warga (RW) dan 66 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sudah memiliki media pengelolaan sampah rumah tangga.

"Memanfaatkan lubang biopori dan teba modern"

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Tegal Parang, Tri Widodo mengatakan, ketersediaan media pengelolaan sampah di wilayahnya sudah mencapai 100 persen. Artinya, setiap lingkungan memiliki tempat pengelolaan sampah masing-masing.

Ratusan Tong Biopori Jumbo Didistribusikan di Kebayoran Lama

"Kita ada tujuh RW. Di setiap RW, ditambah kelurahan, masing-masing sudah tersedia satu teba modern berukuran 1,5x1,5 meter dengan kedalaman antara 1,25 hingga 1,5 meter," ujarnya, Selasa (21/7).

Widodo menjelaskan, selain teba modern, pihaknya juga terus mengembangkan lubang biopori jumbo. Dari 66 RT yang ada, saat ini sudah dibuat sebanyak 68 lubang biopori jumbo.

Menurutnya, meskipun pembuatan media pengelolaan sampah masih tergolong hal baru bagi sebagian warga, pihaknya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut berupaya mengatasi permasalahan sampah di lingkungan.

"Kami terus-menerus memberikan imbauan dan sosialisasi. Harapannya, pada saatnya nanti warga benar-benar dapat memanfaatkan lubang biopori dan teba modern ini secara maksimal," ungkapnya.

Widodo mengimbau warga untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah, terutama sampah sisa makanan (food waste), kulit buah, sayuran, hingga daun-daun kering. Sehingga, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir nantinya hanya berupa sampah residu.

"Jika pemilahan sampah sudah dilakukan, mudah-mudahan beban sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang secara signifikan hingga 50 persen," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Agus Sulaiman mengaku membuat lubang biopori jumbo tidak hanya karena arahan dari pihak kelurahan, tetapi juga sebagai salah satu inovasi untuk mengolah sampah menjadi pupuk tanaman.

"Sosialisasi sudah dilakukan beberapa kali dan praktiknya pun sudah dilakukan. Saya rasa hal ini mudah untuk diterapkan. Tinggal kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah yang perlu ditingkatkan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1188 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye1108 personAnita Karyati
  3. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1103 personNurito
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1066 personFakhrizal Fakhri
  5. Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

    access_time20-07-2026 remove_red_eye859 personNurito