Sudinhub Jaktim Rekayasa Lalin di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI
Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur melakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung. Rekayasa dilakukan khusus untuk kendaraan truk besar dan truk kontainer sebagai upaya mencegah terjadinya antrean panjang yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.
"Berputar di U-Turn depan Polsek Cakung"
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak mengatakan, sebanyak 12 personel dikerahkan untuk membantu mengatur dan mengurai arus lalu lintas. Enam personel ditempatkan di Jalan Raya Cacing dan enam lainnya di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI.
20 Personel Sudinhub Jaktim Urai Kemacetan di Cakung"Pagi ini untuk sementara kita lakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari arah Bekasi menuju Pulo Gadung yang akan belok kanan menuju Jalan Raya Cakung Cilincing (Cacing) di kolong Tol JORR, kita alihkan agar berputar di U-Turn depan Polsek Cakung," ujarnya, Rabu (22/7).
Menurutnya, rekayasa tersebut bersifat sementara dan akan dihentikan setelah antrean truk kontainer menuju kedua depo kembali normal. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan seperti yang terjadi pada Selasa (21/7) kemarin.
Harlem menjelaskan, kendaraan truk kontainer yang hendak masuk ke Depo Fortun dan Depo BSA kini diarahkan untuk mengantre dalam satu baris. Sehingga, satu lajur lainnya tetap dapat digunakan oleh kendaraan umum sehingga arus lalu lintas tetap bergerak.
"Kita arahkan antreannya hanya satu baris, sehingga kendaraan lain masih bisa melintas di lajur sebelahnya. Tidak seperti kemarin, dua lajur digunakan untuk antrean sehingga terjadi kemacetan panjang," ungkapnya.
Harlem menambahkan, kondisi lalu lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI pada Rabu pagi terpantau lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya.
Arus kendaraan masih tergolong ramai lancar, sementara kepadatan lebih terlihat di Jalan Raya Cacing akibat antrean truk kontainer yang hendak masuk ke dua depo tersebut.
"Jika antrean sudah selesai dan kembali normal, maka rekayasa lalu lintas dihentikan," tandasnya.