You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gubernur pramono flyover latumenten rezap
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Atasi Kemacetan, Flyover Latumenten Ditargetkan Rampung Desember

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (2/7). 

"Salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta,"

Proyek pembangunan flyover ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi dan mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Jakarta Barat. 

"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta, karena apa? Di sini ini kalau dilihat pagi, sore, siang selalu kemacetannya tinggi sekali," ujar Pramono. 

Simak Rekayasa Lalin Pemasangan Gelagar Beton Flyover Latumenten

DItegaskan Pram, pembangunan infrastruktur ini merupakan salah satu proyek prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperlancar arus lalu lintas di daerah Grogol, Pluit, Slipi, dan sekitarnya, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan. 

Hingga saat ini, progres pembangunan Flyover Latumenten telah 55,2 persen dan dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp259 miliar. Pramono menargetkan pembangunan flyover rampung pada 15 Desember 2026. 

"Kalau ini bisa selesai, maka kemacetan di lokasi ini, termasuk nanti akan diatur, saya sudah mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Bina Marga, yang di bawahnya ini ditutup," jelasnya.

Dulunya, kawasan Latumenten dan Grogol menjadi salah satu titik padat karena adanya perlintasan sebidang kereta api. Dengan adanya flyover ini, nantinya kendaraan tidak lagi melintasi perlintasan sebidang, sehingga arus lalu lintas lebih lancar dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Melalui pembangunan berbagai proyek infrastruktur ini, Pramono berharap konektivitas transportasi di Jakarta semakin lebih baik. 

Untuk diketahui, Flyover Latumeten yang mengarah ke Slipi memiliki panjang 435 meter, lebar 11 meter, dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum dan satu lajur Trasnjakarta. 

Sementara di sisi yang mengarah ke Grogol, memiliki panjang 420 meter, lebar 11 meter, dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum dan satu lajur Transjakarta. 

Di kawasan ini juga akan dibangun JPO yang terintegrasi dengan fasilitas inklusif dan halte Transjakarta yang berdekatan dengan Stasiun Grogol. Dengan demikian, sistem transportasi Jakarta akan semakin terintegrasi dan aman. 

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo menambahkan, setelah perlintasan sebidang kereta api ditutup, jalan di kawasan ini akan tetap difungsikan untuk putar balik kendaraan. 

"Jadi nanti setelah ditutup perlintasannya, jalan ini tetap berfungsi. Jadi dari arah selatan mau balik ke selatan lagi, itu masih bisa dimanfaatkan untuk berputar di lokasi ini, berputar. Jadi ini tidak ditutup, yang ditutup hanya di perlintasan. Jadi bisa berputar, begitu pula yang dari arah utara," beber Heru.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29119 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11526 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6907 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3842 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1613 personAldi Geri Lumban Tobing