You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260724 WA0087
photo Nurito - Beritajakarta.id

Celah Pembatas Rel di Jalan I Gusti Ngurah Rai Ditutup Cegah Tawuran

Upaya mencegah aksi tawuran terus dilakukan di wilayah Jakarta Timur. Sebanyak 3 celah pada pagar pembatas rel kereta api (KA) di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit ditutup oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

"Tidak ada lagi warga yang tawuran"

Penutupan celah tersebut dilakukan menyusul dugaan adanya kelompok remaja yang memanfaatkan akses tersebut untuk menyeberangi rel kereta api dan terlibat aksi tawuran di sekitar Jalan I Gusti Ngurah Rai.

Petugas Gabungan Gerak Cepat Cegah Tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Lurah Pondok Kopi, Sandy Alamsyah mengatakan,.terdapat tiga celah pada pagar pembatas rel yang selama ini diduga dimanfaatkan sebagai akses oleh kelompok remaja yang hendak melakukan tawuran.

Berdasarkan informasi yang diterima, kelompok yang terlibat dalam tawuran tersebut diduga berasal dari Kelurahan Pulogebang dan Kelurahan Penggilingan melawan kelompok dari Kelurahan Bintara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Mereka yang ang terlibat tawuran kemarin itu bukan warga Pondok Kopi. Wilayah kami hanya ketempatan. Makanya, celah pagar pembatas rel kereta api hari ini kita tutup," ujarnya, Jumat (24/7).

Sandy menjelaskan, tiga celah tersebut memiliki total panjang sekitar 20 meter dengan tinggi mencapai 2 meter. Untuk menutup akses tersebut, digunakan material pagar seng yang dilapisi bambu dan diperkuat dengan beton cor sebagai pondasi.

"Dari tiga titik celah yang akan ditutup, petugas saat ini memprioritaskan pengerjaan di dua lokasi. Sementara satu lokasi lainnya ditargetkan selesai besok," terangnya.

Ia berharap, penutupan akses tersebut dapat mencegah terjadinya aksi tawuran sekaligus mengurangi potensi kelompok remaja memanfaatkan celah pagar sebagai jalur untuk menyeberangi rel kereta api.

"Kami berharap dengan ditutupnya celah tersebut tidak ada lagi warga yang tawuran di wilayah kami," ungkapnya.

Sandy menambahkan, pihaknya memilih material seng yang dilapisi bambu dan diperkuat beton sebagai solusi penutupan akses. 

"Pagar tidak dibuat menggunakan bata hebel karena dinilai mudah dijebol. Sementara, penggunaan pagar besi juga dihindari karena dikhawatirkan dapat dirusak dengan cara digergaji," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3251 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2874 personAnita Karyati
  3. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1623 personTiyo Surya Sakti
  4. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1442 personNurito
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1212 personFolmer