You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260728 WA0002
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Rumah Pilah di Pluit Optimalkan Pengelolaan Sampah dari Sumber

Pengelolaan sampah dari sumber melalui Rumah Pilah di Kantor Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terus dioptimalkan.

"Memproduksi sekitar 75 hingga 100 kilogram pupuk organik"

Lurah Pluit, Achmad Faizal mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pemilahan Sampah dari Sumbernya.

Kelurahan Cempaka Putih Timur Bangun Fasilitas Komposting

Dalam pelaksanaannya, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan penyisiran sampah organik dan anorganik di jalan protokol hingga kawasan permukiman warga.

"Program ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi belum optimal karena keterbatasan sarana. Sejak dua bulan terakhir, kami kembali mengoptimalkan Rumah Pilah melalui kolaborasi dengan PT PLN (Persero) yang memberikan pelatihan pengolahan sampah sekaligus bantuan peralatan," ujarnya, Selasa (28/7).

Faizal menjelaskan, sampah organik yang dikumpulkan dari hasil penyisiran rutin petugas PPSU kemudian dibawa ke Rumah Pilah untuk diolah menjadi pupuk. Sementara itu, sampah yang masih memiliki nilai guna juga dipilah dan diproses agar dapat dimanfaatkan kembali.

Saat ini, lanjut Faizal, Rumah Pilah Kelurahan Pluit dilengkapi satu unit mesin pencacah plastik, dua unit mesin pengomposan, dan tiga tong komposter. Setiap hari, sebanyak tiga hingga lima anggota Pasukan Oranye secara bergiliran mengoperasikan fasilitas tersebut.

"Hasil pengolahan berupa pupuk kompos padat dan pupuk organik cair. Dalam satu bulan, kami mampu memproduksi sekitar 75 hingga 100 kilogram pupuk organik," terangnya.

Menurutnya, pupuk yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan di lingkungan kantor kelurahan, antara lain untuk pemupukan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), tanaman buah, dan berbagai jenis tanaman lainnya.

Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, pupuk tersebut juga dibagikan secara gratis kepada warga yang membutuhkan.

"Pupuk yang kami hasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat secara cuma-cuma," ungkapnya.

Faizal berharap, optimalisasi Rumah Pilah dapat mengurangi volume sampah organik yang dikirim ke TPST Bantar Gebang. Di sisi lain, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

"Semoga, sampah organik tidak lagi menjadi limbah yang menumpuk, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung penghijauan," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga RW 02, Kelurahan Pluit, Agam (37) mengaku sudah mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. 

Ia menilai, inovasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk sangat bermanfaat karena hasilnya dapat digunakan untuk mendukung penghijauan dan dimanfaatkan masyarakat.

"Saya pribadi sangat mendukung program pemilahan sampah dari sumbernya ini. Semoga program ini terus berlanjut agar lingkungan kami menjadi lebih bersih, hijau, dan sehat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5504 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1959 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1933 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1912 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1711 personAnita Karyati