You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lapak main corner gery ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

LapakMain Corner Hadirkan Ruang Aman Anak di Era Digital

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menghadirkan ruang yang memungkinkan anak-anak tetap belajar, bermain, dan bertumbuh secara sehat di tengah semakin dekatnya mereka dengan dunia digital.

"keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata,"

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian LapakMain Corner di RPTRA Tunas Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kehadiran LapakMain Corner merupakan hasil kolaborasi Lapakgaming bersama PT Bukalapak.com Tbk dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang mendukung tumbuh kembang anak di era digital.

Sudin PPAPP Jakut Ajak Perempuan Bijak Manfaatkan Media Sosial

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, perlindungan anak di era digital tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan lingkungan yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

Ia menyampaikan, kehadiran LapakMain Corner di RPTRA menjadi sangat penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai.

“Fasilitas ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk tetap berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar, sehingga tercipta keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata. Kami sangat mengapresiasi Lapakgaming yang turut memperkuat fungsi RPTRA dalam membangun literasi digital sejak dini,” ujarnya, Rabu (5/8).

Menurutnya, ruang bermain memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat rekreasi. Ruang tersebut menjadi tempat anak belajar, mengembangkan kreativitas, membangun karakter, serta memperkuat kemampuan bersosialisasi.

“Karena itu, kehadiran LapakMain Corner diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang dapat dikembangkan di RPTRA lainnya di Jakarta,” ucapnya.

Dwi juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi anak di ruang digital semakin beragam, mulai dari perundungan siber, paparan konten yang tidak sesuai usia, penyalahgunaan data pribadi, hingga penggunaan gawai secara berlebihan.

Oleh karena itu, keberadaan ruang publik yang mendorong anak membaca, bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara langsung menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak.

Ia menjelaskan, membangun kota ramah anak tidak cukup hanya dengan menyediakan infrastruktur. Terpenting adalah menghadirkan lingkungan yang aman, mendukung kreativitas, dan memberi kesempatan kepada setiap anak untuk tumbuh sesuai potensinya.

“Kami juga mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi anak-anak menggunakan teknologi secara bijak, beretika, dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif," katanya.

Ia menambahkan, bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen menghadirkan ruang publik yang aman, inklusif, dan ramah anak.

“Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak ruang yang memungkinkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, kreatif, berdaya, serta siap menghadapi tantangan masa depan menuju Jakarta sebagai kota global yang ramah anak dan keluarga,” jelasnya.

Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Bonifasius Wahyu Pudjianto, yang hadir pada acara peresmian tersebut menyampaikan bahwa perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) menjadi pijakan penting dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman bagi anak, termasuk melalui pengaturan kepemilikan akun media sosial sesuai usia.

Namun demikian, Bonifasius menekankan bahwa regulasi tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha.

"Literasi digital bukan sekadar mengajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran, karakter, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Kolaborasi multipihak seperti LapakMain Corner menjadi langkah nyata dalam menciptakan ruang yang aman, edukatif, dan mendukung tumbuh kembang anak," urainya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat sosial.

Ia percaya bahwa inovasi bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga memastikan teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami mengajak pemerintah, dunia usaha, komunitas, sekolah, dan keluarga bersama-sama menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi penerus bangsa," tuturnya.

Sebagai informasi, LapakMain Corner menyediakan berbagai fasilitas seperti buku bacaan, permainan edukatif, dan sarana literasi digital yang dirancang untuk membantu anak membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Kegiatan peresmian juga diramaikan dengan sesi mendongeng interaktif, edukasi bagi orang tua mengenai pendampingan anak di ruang digital, layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA) dari Kementerian Komunikasi dan Digital, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu dan anak.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

    access_time31-07-2026 remove_red_eye3305 personNurito
  2. MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

    access_time29-07-2026 remove_red_eye2036 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

    access_time31-07-2026 remove_red_eye1592 personAnita Karyati
  4. Manfaatkan Sampah Organik, DKI Bakal Bangun Pusat Ketahanan Pangan di Ciangir

    access_time31-07-2026 remove_red_eye1386 personDessy Suciati
  5. Camat Jatinegara Ingin Dua Kelurahan Ini Segera Realisasikan Gerai KKMP

    access_time29-07-2026 remove_red_eye1366 personNurito