You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ini Rekomendasi Komisi A di KUA PPAS APBD 2027
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Ini Rekomendasi Komisi A di KUA-PPAS APBD 2027

Komisi A DPRD DKI Jakarta menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2027.

"Bappeda perkuat sinkronisasi,"

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua menilai, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses dewan masih belum terserap optimal dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Komisi A, lanjut Inggrad, meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memperkuat sinkronisasi antara hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan hasil reses anggota parlemen Kebon Sirih.

KUA-PPAS APBD DKI 2027 Disepakati Rp82,8 Triliun

"Kami merekomendasikan penambahan anggaran untuk pelaksanaan reses ketiga anggota DPRD agar aspirasi masyarakat dapat terserap secara maksimal," ujar Inggard, Rabu (5/8).

Komisi A juga mendorong Pemprov DKI mengalokasikan anggaran untuk pengadaan lahan pembangunan Balai Warga dan Sekretariat RW di kawasan padat penduduk. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk pemerataan fasilitas bagi warga yang tinggal di permukiman umum dan tidak memiliki fasilitas sosial dari pengembang.

Komisi A juga meminta pembangunan Kantor Kelurahan Kapuk Timur dan Kapuk Selatan diprioritaskan pada 2027. Usulan itu disampaikan mengingat Kelurahan Kapuk saat ini melayani lebih dari 174 ribu penduduk sehingga membutuhkan peningkatan pelayanan publik.

Di bidang kebencanaan, Komisi A merekomendasikan pengadaan armada pemadam kebakaran yang mampu menyedot air langsung dari kali, waduk, maupun setu. Dikatakan Inggard, usulan tersebut penting lantaran banyak hidran yang tidak berfungsi optimal atau memiliki tekanan air yang rendah.

"Hal ini krusial karena jaringan hidran kota banyak yang rusak atau tekanan airnya tidak mencukupi," katanya.

Tak hanya itu, Komisi A juga meminta optimalisasi belanja Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dan tenaga ahli melalui analisis beban kerja agar penggunaan anggaran lebih efektif dan efisien.

"Kami meminta peninjauan menyeluruh terhadap belanja PJLP dan tenaga ahli berdasarkan analisis beban kerja agar alokasi anggaran lebih efektif dan efisien," tandas Inggard.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14417 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3478 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1865 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1100 personAnita Karyati
  5. Taman Jaga Tirta 2 Hijaukan Bantaran Kali Ciragil

    access_time15-10-2026 remove_red_eye982 personTiyo Surya Sakti