144 Murid dan Guru Ikuti Kegiatan Cakra Jagad
144 peserta didik beserta para kepala sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Jagakarsa mengikuti kegiatan Character Camp Anak Jagakarsa Gagah dan Digital (Cakra Jagad) di Rumah Kabeda, Jalan K.H.M. Usman, Kukusan, Beji, Kota Depok.
"Kita ingin melahirkan anak-anak yang berkarakter,"
Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, menyampaikan, kegiatan berkemah ini bertujuan untuk mendukung penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik sekaligus meningkatkan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari aksi perundungan (bullying).
"Berbeda dari kegiatan kemah pada umumnya, agenda kali ini tidak hanya melibatkan para murid, tetapi juga diikuti langsung para kepala sekolah untuk menjalani pembinaan bersama," ujarnya, Jumat (7/8).
Pramono Minta Guru PAUD Tanamkan Kebiasaan Pilah Sampah Sejak DiniSantoso optimistis kegiatan ini mampu menempa generasi muda menjadi calon pemimpin masa depan. Tak hanya itu, pendidikan karakter sejak dini juga menjadi pondasi penting, terutama dalam mendukung ambisi Jakarta sebagai Kota Global yang menargetkan masuk dalam jajaran 50 besar kota pendidikan dunia.
"Melalui Cakra Jagad, kita ingin melahirkan anak-anak yang berkarakter, cerdas dan menjadi agen perubahan di sekolah. Ke depannya tidak boleh ada lagi perundungan atau saling mengejek. Tunjukkan prestasi agar tercipta iklim kompetisi yang positif," tegasnya.
Ia juga mengimbau para orang tua dan peserta untuk mengabadikan momen kegiatan tersebut dan membagikannya di media sosial dengan menandai akun resmi terkait untuk mempublikasikan kegiatan positif anak-anak Jakarta.
"Kita ingin kegiatan ini terpublikasi dengan baik, sehingga akan menjadi contoh baik bagi yang lainnya," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Juli Sugiati melaporkan, dari 144 peserta yang hadir merupakan peserta didik dan kepala SD negeri dan swasta se-Kecamatan Jagakarsa. Hanya enam kepala sekolah yang berhalangan hadir karena ada hal yang tidak bisa ditinggalkan.
"Anak-anak hebat ini nantinya akan menjadi duta di sekolah masing-masing untuk menerapkan karakter positif dan menjadi panutan bagi teman-temannya," ungkap Ketua Panitia.
Juli menambahkan, pembinaan tidak berhenti usai kegiatan perkemahan selama dua hari ini berakhir. Program maintenance berkelanjutan akan disiapkan untuk membekali para siswa dengan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan mempengaruhi lingkungan sekolah secara positif.
"Kegiatan ini turut didukung oleh tim profesional dari Sekolah Citra Alam serta berbagai narasumber kompeten di bidang pengembangan karakter anak. Semoga dalam waktu dua hari ini, semua peserta mendapatkan kesan dan ilmu yang bermanfaat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SD Citra Alam, Ade Darmawan mengungkapkan dalam pelaksanaan ini, target utamanya pembentukan karakter. Saat ini, kondisi karakter di beberapa sekolah cukup memprihatinkan atau riskan.
Harapannya, melalui kegiatan ini, lanjut Darmawan, anak-anak dan kepala sekolah mendapatkan banyak pembelajaran yang positif dan bermakna. Sehingga, nantinya dapat menjadi agen di sekolah masing-masing untuk menyampaikan materi yang mereka peroleh kepada teman-teman lainnya.
"Banyak sekali materi yang didapatkan, baik anak-anak maupun kepala sekolah. Terutama hal-hal yang merupakan tantangan nyata di era digital saat ini," tandasnya.