You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260807 WA0097
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Warga RW 07 Tanjung Priok Dibekali Pelatihan Urban Farming

Warga RW 07 Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapat pelatihan urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. 

Agar mampu mengelola lingkungan secara mandiri

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat RW ini diinisiasi kelurahan bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara dan Universitas Indonesia (UI), Jumat (7/8). 

Lurah Tanjung Priok, Febrio Eka Putra, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola lingkungan secara produktif.

Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular di Pulau Pari Diapresiasi

Febrio mengungkapkan, pelatihan bertema 'Membangun Sustainable Area melalui Community Garden Farming dengan Pendekatan Sirkular Ketahanan Pangan dan Waste-to-Energy' ini juga membekali warga dengan pemanfaatan sampah menjadi energi sebagai bagian dari pengembangan kawasan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini mengedukasi warga agar mampu mengelola lingkungan secara mandiri sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya. 

Febrio menilai warga RW 07 telah berhasil mengembangkan urban farming meski berada di kawasan permukiman padat. Area rooftop Kantor Sekretariat RW dimanfaatkan sebagai lahan bercocok tanam yang kini menghasilkan berbagai jenis sayuran dan buah untuk kebutuhan warga.

“Semoga ini menjadi role model bagi wilayah lain dalam menciptakan ekosistem perkotaan yang hijau, mandiri, dan berkelanjutan,” harapnya. 

Sementara itu, perwakilan Universitas Indonesia, Palupi Lindiasari Samputra menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menerapkan hasil riset dan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat. 

Kegiatan ini juga melibatkan praktisi pertanian dari Jepang yang berbagi pengalaman mengenai teknik pertanian modern di lahan terbatas.

“Pendekatan sirkular ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pengelolaan limbah menjadi energi yang bermanfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1138 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1127 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye888 personAnita Karyati
  4. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye813 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Gedung Sekolah di Dua Pulau Segera Direhab Total

    access_time04-08-2026 remove_red_eye741 personAnita Karyati