Sudin Gulkarmat Jaktim Cegah Potensi Kebakaran di TPST Bantar Gebang
Mengantisipasi potensi kebakaran di tengah musim kemarau, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan penyemprotan secara rutin di gunungan sampah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Zat metana yang mudah terbakar"
Kegiatan penyemprotan dilakukan sejak 10 Juli 2026 dan hingga kini masih terus berlangsung. Belum ditentukan batas waktu penghentian kegiatan tersebut karena kondisi cuaca yang masih menjadi perhatian.
Creative Financing Perkuat Transformasi TPST BantargebangKepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria mengatakan, penyemprotan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menekan potensi terjadinya kebakaran di area tumpukan sampah, terutama selama musim kemarau.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kepala Dinas Gulkarmat dan Gubernur DKI Jakarta, sekaligus menindaklanjuti permohonan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
"Penyemprotan fokusnya dilakukan di area zona 2 dan zona 3. Belum diketahui sampai kapan penyemprotan ini berakhir, sebab cuaca musim kemarau. Kita berupaya mencegah terjadinya kasus kebakaran mengingat di tumpukan sampah ini mengandung zat metana yang mudah terbakar," ujarnya, Selasa (11/8).
Muchtar menjelaskan, untuk mendukung kegiatan tersebut, setiap hari dikerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas masing-masing 10.000 liter air.
"Sebanyak 16 personel juga dikerahkan setiap hari untuk melakukan penyemprotan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran di lokasi," terangnya.
Menurutnya, para personel tersebut secara bergantian menginap di area TPST Bantar Gebang sesuai dengan penugasan. Melalui pola kerja tersebut, pemantauan dan upaya pendinginan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
"Selain dua armada pemadam, dua alat berat turut dikerahkan untuk membantu mengurai gunungan sampah kering. Langkah ini dilakukan agar bagian dalam tumpukan sampah dapat lebih mudah terkena semprotan air melalui perangkat pemadam," ungkapnya.
Muchtar menuturkan, hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan penyemprotan. Namun, sejumlah titik asap masih ditemukan di area zona yang diduga berasal dari gas metana yang terkandung di dalam tumpukan sampah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena gunungan sampah di TPST Bantar Gebang telah terbentuk selama puluhan tahun sehingga kandungan gas metana di dalamnya cukup tinggi.
"Tumpukan sampah itu sudah bertahun-tahun, gas metananya kan tinggi. Kita optimalkan upaya preventif," tandasnya.