Kultura Market di RSUD Koja Hadirkan Produk UKM dan BUMD Pangan
Sebanyak 34 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara dan RSUD Koja, serta dua BUMD pangan, ambil bagian dalam Bazar Kultura Market di Plaza Lobi Utama RSUD Koja, Jakarta Utara.
"Sarana pemasaran produk binaan"
Kegiatan yang berlangsung mulai 11-14 Agustus 2026 tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RSUD Koja sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
RSUD Koja Adakan FKP Peningkatan Kualitas LayananBeragam produk ditawarkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk unggulan hasil binaan pelaku UKM. Bazar ini sekaligus menjadi ruang promosi dan pemasaran produk lokal kepada masyarakat.
Direktur RSUD Koja, Alifianti Lestari mengatakan, Kultura Market merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-74 RSUD Koja. Pelaksanaan bazar tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Suku Dinas KPKP Jakarta Utara.
"Kultura Market menjadi salah satu rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-74 RSUD Koja. Sebelumnya, kami juga telah menggelar donor darah, sunatan massal, fun run, serta lomba seni, budaya, dan olahraga untuk membangun semangat kebersamaan," ujarnya, Selasa (11/8).
Alifianti menjelaskan, berbagai rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan hari ulang tahun rumah sakit, tetapi juga mendorong semangat dan meningkatkan kinerja pegawai agar dapat bekerja dalam kondisi yang lebih sehat serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jakarta.
Menurutnya, sinergisitas lintas sektor penting untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas. Menurutnya, RSUD Koja tidak dapat berjalan sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan perangkat daerah dan unit kerja terkait.
"Potensi bazar ini luar biasa. InsyaAllah kerja sama ini akan terus dilanjutkan bersama dengan jajaran Pemkot Jakarta Utara," terangnya.
Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Iwan Indriyanto mengapresiasi penyelenggaraan Kultura Market sebagai ruang kolaborasi untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk lokal.
Iwan menuturkan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga sarana edukasi kepada masyarakat bahwa produk lokal memiliki kualitas dan daya saing untuk bersaing dengan produk dari luar.
"Kegiatan ini sangat identik dengan budaya lokal sekaligus menjadi sarana pemasaran produk binaan di Jakarta Utara. Kami berharap pelaku UMKM terus berinovasi dan menjaga kualitas agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasi Hutapea turut menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis yang mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan perkembangan ekonomi kreatif masyarakat.
"Berbagai produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa warisan budaya kita, seperti kerajinan tangan hingga kuliner tradisional, dapat terus berkembang secara modern tanpa kehilangan jati dirinya," ucapnya.
Murniasi menyebut, Pemerintah Kota Jakarta Utara terus berkomitmen memberikan ruang bagi produk lokal agar dapat berkembang dan naik kelas.
"Mari kita sukseskan gerakan bangga buatan lokal. Datang, nikmati pertunjukan budayanya, dan beli produk kreatif karya saudara-saudara kita sendiri," tandasnya.