You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengentasan Bahan Makanan Berbahaya Diminta Jadi Program Kerja Dharma Wanita
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Dharma Wanita Diminta Perangi Peredaran Makanan Berbahaya

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meminta Dharma Wanita ikut serta dalam menghilangkan peredaran makanan mengandung zat berbahaya. Terlebih, hingga kini masih kerap ditemui makanan mengandung zat berbahaya pada jajanan sekolah, pasar tradisional maupun modern.

Di setiap acara pasti jajanannya di atas 10 persen mengandung bahan berbahaya seperti boraks dan rhodamin B

"Di setiap acara pasti jajanannya di atas 10 persen mengandung bahan berbahaya seperti boraks dan rhodamin B," ujar Ahok sapaan akrab Basuki saat menghadiri Musda Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI di Aula Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, Jl Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

Untuk itu, Ahok berharap peran Dharma Wanita yang mendukung para suami bekerja untuk ikut serta menghilangkan peredaran makanan mengandung zat berbahaya agar anak juga terbebas dari makanan tersebut. 

Ratusan Reklame Ditertibkan di Jatinegara

"Kita juga dorong agar mereka (Dharma Wanita) tidak terjebak dalam gaya hidup mewah. Karena kalau mau hidup mewah jangan nikahi PNS tapi pengusaha, itu sangat penting," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

    access_time13-05-2026 remove_red_eye9317 personAnita Karyati
  2. 183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

    access_time12-05-2026 remove_red_eye3249 personAnita Karyati
  3. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye2274 personTiyo Surya Sakti
  4. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye1742 personFakhrizal Fakhri
  5. Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

    access_time13-05-2026 remove_red_eye1581 personDessy Suciati