You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jacking saluran karangtengah tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Pembangunan Jacking Saluran Karang Tengah Ditarget Rampung Desember

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus mengoptimalkan infrastruktur pengendali banjir. Salah satunya melalui pembangunan saluran air dengan metode jacking di sepanjang Jalan Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak yang ditargetkan rampung Desember mendatang 

"Sepanjang 1.300 meter"

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, saluran air yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk menampung limpasan air hujan. Untuk itu, teknologi jacking diterapkan sebagai solusi untuk membangun saluran bawah tanah tanpa harus membongkar seluruh permukaan jalan secara terbuka.

Saluran Air di Jalan Bunga Cempaka I Direvitalisasi

"Proyek itu direncanakan berlangsung selama enam bulan. Melalui metode jacking, kami berharap area yang biasa tergenang, mulai dari Karang Tengah hingga kawasan Adhyaksa, dapat diminimalkan bahkan dihilangkan karena muara akhirnya menuju Kali Pesanggrahan," ujarnya, Rabu (19/8).

Syafrin menjelaskan, saluran bawah tanah tersebut dibangun dengan kedalaman yang bervariasi. Pada titik hulu, kedalamannya mencapai sekitar tujuh meter, sedangkan di titik hilir mencapai sembilan hingga 12 meter.

Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama pengerjaan proyek. Pasalnya, pekerjaan konstruksi menggunakan sebagian badan jalan sehingga berdampak terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi.

"Kami minta masyarakat dapat bersabar menunggu sampai proyek ini selesai hingga pengaturan lalu lintas kembali normal," terangnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo menambahkan, pembangunan saluran dengan metode jacking tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Ia memaparkan, saluran tersebut menggunakan pipa berdiameter 1,2 meter dengan panjang keseluruhan mencapai 1.298 meter. Infrastruktur ini dibangun untuk mengatasi sejumlah titik genangan yang kerap terjadi saat musim hujan.

"Volume pengerjaannya hampir sepanjang 1.300 meter dari Saluran Penghubung Pertanian sampai ke Saluran Penghubung Adhyaksa. Saat ini pengerjaan berada di pit satu dari total 10 pit yang akan dibuat. Kapasitas penampungannya sudah cukup besar untuk menerima aliran dari hulu," bebernya.

Ia menyampaikan, jalur saluran tersebut melintasi sejumlah kawasan yang selama ini menjadi titik rawan genangan, mulai dari persimpangan Saluran Penghubung Pertanian, Kompleks DKI, Kompleks Bona Indah, hingga kawasan Adhyaksa.

Untuk menjaga kelancaran pekerjaan sekaligus mobilitas masyarakat, Santo meminta pengertian para pengguna jalan atas ketidaknyamanan dan gangguan lalu lintas yang mungkin timbul selama proses pembangunan.

"Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rekayasa lalu lintas, mengikuti petunjuk petugas di lapangan, serta mematuhi rambu-rambu yang dipasang demi keselamatan bersama hingga proyek selesai," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5487 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1942 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1916 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1879 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1690 personAnita Karyati