You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Komisi B Dorong Pasar Tradisional Diisi Konsep Kreatif agar Tak Sepi
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Komisi B Dorong Pasar Tradisional Diisi Konsep Kreatif

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harvian Paloh menilai, revitalisasi pasar tradisional tidak cukup hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan. Pasar juga perlu memiliki konsep kreatif dan daya tarik yang mampu mendatangkan pengunjung sekaligus menghidupkan kembali aktivitas perdagangan.

"Pasar itu tergantung isinya,"

Hal itu disampaikan Nova menanggapi kondisi Pasar Pondok Labu yang disebut masih sepi pengunjung.

Menurut Nova, Pemprov DKI perlu memberikan stimulan kepada pelaku usaha sekaligus menciptakan daya tarik baru di pasar tradisional. Salah satunya dengan mengoptimalkan program Jakpreneur melalui pelatihan dan pendampingan bisnis yang lebih serius.

Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Rp326 M

"Pasar itu tergantung isinya. Kalau revitalisasi sudah bagus tapi tidak ada pengunjung percuma," ujar Nova, Selasa (8/9).

Nova mengusulkan peserta Jakpreneur yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan diberi akses untuk mengisi kios-kios kosong di pasar. Pemprov DKI juga dapat memberikan masa awal usaha secara gratis selama dua tahun agar pelaku usaha memiliki kesempatan mengembangkan bisnis sekaligus menarik konsumen.

Selain itu, ia mendorong perguruan tinggi dilibatkan sebagai inkubator bisnis untuk memberikan pelatihan yang lebih komprehensif. Dengan begitu, program Jakpreneur tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi juga mencetak pelaku usaha yang berkualitas dan memiliki kemampuan bisnis yang mumpuni.

Nova juga menilai pasar tradisional perlu dikembangkan menjadi ruang bagi anak muda untuk berkreasi dan mengembangkan usaha. Ia mencontohkan Pasar Santa yang mampu menarik pengunjung melalui konsep yang lebih kreatif.

"Jadi perlu kita konsepkan lagi beberapa pasar. Bagaimana pola-pola inkubator melalui Jakpreneur yang benar-benar membuat mereka punya keandalan dalam berbisnis," katanya.

Nova menegaskan, perbaikan fisik tanpa strategi untuk mengisi dan menghidupkan ruang usaha berpotensi membuat pasar kembali sepi.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah pusat ritel yang memiliki bangunan dan fasilitas bagus, tetapi minim pengunjung karena tidak menawarkan konsep yang menarik.

"Bagusin tempatnya tapi dalamnya tidak diisi dengan sesuatu yang menarik, ya percuma," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3200 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2808 personAnita Karyati
  3. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1955 personFolmer
  4. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1560 personTiyo Surya Sakti
  5. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1395 personNurito