Pemprov DKI Tingkatkan Standar Kompetensi Profesi Waiter
Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menggelar program peningkatan kapasitas bagi 40 tenaga kerja sektor pelayanan makanan dan minuman (food & beverage). Pembekalan dan uji keterampilan profesi skema waiter ini digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.
"menghadirkan standar pelayanan prima,"
Rangkaian kegiatan diawali pada tanggal 8 hingga 9 September 2026 dengan agenda pendalaman materi inti standar SKKNI, sesi simulasi praktis, hingga ujian praktik internal bersama para instruktur.
Seluruh proses pembekalan tersebut kemudian ditutup pada tanggal 10 September 2026 melalui pelaksanaan Uji Kompetensi BNSP guna memastikan para peserta mendapatkan sertifikasi profesi resmi.
Pelaku Ekraf Didorong Naik Kelas Melalui Sertifikasi Profesi VideograferKepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, kualitas pelayanan di lapangan merupakan kunci utama dalam mempertahankan daya tawar pariwisata Jakarta di tingkat internasional.
Ia menyebut, garda terdepan dari kualitas industri perhotelan dan kuliner ada di tangan para staf pelayanan (waiter).
“Dengan diterapkannya kurikulum berbasis SKKNI, program ini disiapkan agar para pekerja tidak hanya menguasai keahlian teknis, tetapi juga mampu menghadirkan standar pelayanan prima (service excellence) yang konsisten,” ujarnya, Rabu (9/8).
Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Endrati Fariani menyampaikan, pelaksanaan kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini diselenggarakan atas kerja sama dengan LPK Bhatara Tunas Perkasa School dan LSP Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia. Materi pelatihan tahun ini fokus pada aksesibilitas layanan.
“Dari seluruh pendaftar, 40 peserta terbaik yang lolos tahap administrasi dan pre-test berhak mengikuti rangkaian ini,” katanya.
Ia menjelaskan, selain dibekali keahlian silver service dan manajemen konflik pelanggan, peserta juga mendapatkan modul khusus mengenai pelayanan ramah disabilitas demi mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif.
“Melalui program ini, Pemprov DKI Jakarta mempertegas komitmennya dalam mencetak SDM pariwisata bertaraf internasional yang mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, unggul, dan berdaya saing tinggi,” tandasnya.