You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PAM JAYA Mitigasi Adaptif gery ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Jaga Keberlangsungan Layanan, PAM Jaya Lakukan Mitigasi Adaptif

PAM Jaya memastikan ketersediaan suplai air secara keseluruhan tetap terkelola dengan baik di tengah musim kemarau seperti saat ini. Dengan sistem suplai yang terintegrasi, PAM Jaya melakukan penyesuaian operasi ketika terjadi dinamika pada salah satu sumber air baku, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota.

"kami tetap memberikan value yang positif,"

Sebagai langkah mitigasi terhadap kondisi air baku di IPA Hutan Kota, PAM Jaya melakukan realokasi suplai dari sistem lainnya demi menjaga keberlangsungan layanan air kepada pelanggan.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami kepada pelanggan PAM Jaya bahwa kami tetap memberikan value yang positif terkait kondisi ini,” ujar Syahrul Hasan, Direktur Operasional PAM Jaya, Jumat (18/9).

BPBD Bersama PAM Jaya Bantu Air Bersih di Cilandak Barat

Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika menyampaikan, sumber air baku IPA Hutan Kota berasal dari Kali Angke. Dalam kondisi seperti saat ini, debit Kali Angke mengalami penurunan. Rendahnya muka air sungai menyebabkan intrusi air laut yang memengaruhi kondisi air baku untuk pengolahan di IPA Hutan Kota.

Ia mengatakan, PAM Jaya telah meminta PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) selaku pengelola IPA Hutan Kota untuk menghentikan operasi sejak 15 September 2026 melihat kondisi yang dapat memengaruhi kualitas air bagi pelanggan.

“Karena dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu ke belakang, kandungan Total Dissolved Solids (TDS) naik mencapai 10.000 ppm, sementara berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, batas TDS air bersih berkualitas sebesar 300 ppm, sehingga kami minta JUP untuk setop operasi,” jelasnya.

Untuk itu, PAM Jaya melakukan realokasi suplai dari instalasi dan sumber air lainnya sebagai bagian dari pengelolaan sistem secara adaptif, untuk mengantisipasi dampak dari penghentian operasi IPA Hutan Kota.

Menurutnya, realokasi suplai dilakukan untuk menjaga keseimbangan sistem distribusi sekaligus mengoptimalkan kapasitas air baku yang tersedia.

“Langkah ini merupakan bentuk respons PAM Jaya dalam menjaga ketersediaan air untuk pelanggan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sejumlah area terdampak akan mengalami penyesuaian layanan air sementara selama proses mitigasi berlangsung, sebagai konsekuensi dari proses realokasi dan penyesuaian pola operasi tersebut.

Realokasi berlangsung maksimal 2x24 jam terhitung sejak 18 September 2026. Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, PAM Jaya memberikan kompensasi sesuai Surat Keputusan Direksi PAM Jaya Nomor 264 Tahun 2026 tentang Pemberian Kompensasi kepada Pelanggan atas Gangguan Pelayanan PAM Jaya.

Kompensasi diberikan kepada pelanggan reguler pada kelas pelanggan 2A1 (Rumah Tangga Sangat Sederhana) dan 2A2 (Rumah Tangga Sederhana) yang berada di area terdampak. Besaran kompensasi ditetapkan sebesar 10 persen dari nilai tagihan, yakni minimum Rp 10.000 dan maksimum Rp 50.000.

“Kompensasi diberikan dalam bentuk potongan tagihan dan diperhitungkan secara otomatis pada tagihan bulan berikutnya. Total kompensasi yang diberikan mencapai Rp 555 juta kepada 44.872 pelanggan di 10 kelurahan di Jakarta,” katanya.

VP Commercial dan Marketing Strategy PAM Jaya, Irene Putri mengatakan, PAM Jaya menyediakan sebanyak 72 mobil tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan air di area terdampak secara gratis yang terdiri dari 10 kelurahan yaitu Kapuk Muara, Kamal Muara, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Rawa Buaya, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Duri Kosambi, dan Kamal.

“Bagi yang juga membutuhkan dapat menghubungi 1500223 selama 24 jam,” ucapnya.

Sementara itu, PAM Jaya memastikan ketersediaan suplai air secara keseluruhan tetap aman, dengan sebagian besar pasokan air baku bersumber dari Waduk Jatiluhur.

“Kita bisa lihat secara real time berapa jumlah air yang kami distribusikan air ke seluruh DKI Jakarta. Jadi Insyaallah kondisi yang lain aman,” kata Santika.

PAM Jaya juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam upaya rekayasa cuaca untuk mendukung peningkatan ketersediaan air baku.

“Penyesuaian pola operasi dan distribusi akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan untuk menjaga keberlangsungan layanan air minum kepada masyarakat,” tandasnya.

IPA Hutan Kota dikelola oleh PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP). Keterlibatan JUP dalam pengelolaan IPA Hutan Kota telah berlangsung sejak pembangunan dan pengoperasian instalasi tersebut, saat PAM Jaya masih bekerja sama dengan PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) dan PT Aetra Air Jakarta (AETRA).

Dalam skema penyediaan air minum curah tersebut, JUP berperan dalam mengelola dan memproduksi air hasil pengolahan di IPA Hutan Kota, sementara PAM Jaya berperan sebagai offtaker yang membeli air hasil pengolahan tersebut untuk selanjutnya disalurkan kepada pelanggan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3320 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2945 personAnita Karyati
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye1820 personNurito
  4. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1362 personFolmer
  5. Inflasi Jakarta 0,13 Persen, Daging Ayam, Cabai, dan Beras Jadi Penyumbang Utama

    access_time03-10-2026 remove_red_eye1129 personFakhrizal Fakhri