Pemprov DKI Bakal Perluas Layanan Transportasi Gratis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperluas jangkauan penerima manfaat Kartu Layanan Gratis (KLG) dari 15 menjadi 21 golongan.
"menjadi 21 golongan,"
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, perluasan penerima manfaat transportasi gratis ini dilakukan untuk memastikan subsidi tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Dalam waktu dekat pemerintah DKI Jakarta juga akan memutuskan, dari 15 golongan yang dulu digratiskan akan menjadi 21 golongan," ujar Pramono, di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/8).
Antusiasme Masyarakat Terhadap KLG Transjakarta TinggiEnam golongan baru penerima manfaat KLG tersebut di antaranya yakni pendamping penyandang disabilitas, pencari kerja ber-KTP DKI, pasien rujukan rutin, pelajar dan mahasiswa tidak mampu di luar KJP/KJMU, UMKM binaan, serta korban bencana dalam masa pemulihan.
Pramono menyampaikan, perluasan akses gratis transportasi ini rencananya akan diberlakukan pada 1 Januari 2027, sekaligus penyesuaian tarif transportasi publik seperti Transjakarta dan Transjabodetabek, serta LRT.
"Nanti per 1 Januari kami akan melakukan perluasan dari 15 golongan menjadi 21 golongan. Tapi dengan jujur saya harus mengatakan, 1 Januari juga akan ada beberapa penyesuaian tarif harga untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek," jelas Pramono.
Selama ini, tarif transportasi di Jakarta masih lebih rendah dibandingkan daerah penyangga lainnya. Bahkan selama 20 tahun tidak pernah dilakukan penyesuaian tarif.
Penyesuaian tarif ini dilakukan untuk mengurangi beban subsidi bagi kelompok masyarakat mampu dan dialihkan untuk memberikan perlindungan bagi warga berpenghasilan rendah.
"Ada golongan yang dianggap mampu, subsidinya kita kurangi. Sebenarnya subsidinya tinggi sekali masih, tetapi subsidinya kita kurangi," ucapnya.
Pramono meminta agar Pemprov DKI segera melakukan sosialisasi penyesuaian tarif transportasi kepada masyarakat. Ia pun memastikan, penyesuaian tarif transportasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat.
"Dan saya yakin tarif ini dibandingkan dengan tarif di sekitar Jakarta, masih menjadi tarif yang paling murah," kata dia.