Firmanuddin Apresiasi Peran FPK Jaksel
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Selatan periode 202-2026 atas dedikasi dan kontribusi dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan keamanan.
"Menjaga kerukunan di Jakarta Selatan"
Firmanuddin mengatakan, Jakarta Selatan merupakan wilayah yang memiliki keberagaman dari sisi suku, budaya, agama, maupun latar belakang sosial. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang perlu terus dirawat bersama.
FPK Perkuat Keharmonisan di Jakarta Lewat Pesona Bhinneka Tunggal IkaMenurutnya, FPK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat pembauran kebangsaan serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah masyarakat.
"Berbagai upaya yang dilakukan dalam membangun komunikasi serta memperkuat hubungan antarunsur masyarakat telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga kerukunan di Jakarta Selatan," ujarnya, Kamis (1/10).
Firmanuddin menambahkan, tantangan dalam menjaga persatuan ke depan akan semakin dinamis seiring perkembangan teknologi informasi, arus media sosial, serta munculnya berbagai isu di tengah masyarakat.
"Nilai toleransi, kebersamaan, dan semangat kebangsaan perlu terus diperkuat agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan," terangnya.
Firmanuddin berharap, meski masa kepengurusan FPK periode 2021-2026 sudah berakhir, pengalaman, jejaring, dan semangat kebersamaan yang telah dibangun selama lima tahun dapat terus disebarluaskan kepada masyarakat.
Para pengurus juga diharapkan tetap menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan masing-masing.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus FPK Jakarta Selatan periode 2021-2026 atas waktu, pemikiran, dan kontribusi yang telah diberikan. Mari kita terus menjaga Jakarta Selatan sebagai rumah bersama yang aman, damai, rukun, dan menjunjung tinggi semangat persatuan dalam keberagaman," ajaknya.
Sementara itu, Ketua FPK Jakarta Selatan, Fahmi Assegaf memaparkan, FPK bukan sekadar sebuah forum. Di tengah keberagaman Jakarta Selatan, FPK memiliki tanggung jawab untuk memastikan perbedaan tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
"Kita datang dari latar belakang yang berbeda, berbeda suku, berbeda budaya, berbeda agama, berbeda organisasi, berbeda pengalaman, bahkan mungkin berbeda cara pandang. Tetapi selama lima tahun ini kita belajar satu hal, perbedaan tidak selalu harus diseragamkan. Perbedaan justru harus dipertemukan, dan di situlah makna pembauran," ungkapnya.
Fahmi menyampaikan terima kasih atas lima tahun kebersamaan yang telah dilalui, khususnya dalam membangun persahabatan serta menjadi bagian dari upaya pemerintah memajukan Jakarta Selatan.
"Masa bakti boleh berakhir, jabatan boleh berganti, tetapi persaudaraan jangan pernah berhenti," tandasnya.