Warga Ancol Diedukasi Konsumsi Obat Aman
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta, mengedukasi ratusan warga Ancol, Jakarta Utara, seputar penggunaan obat aman dan membuang sampah obat secara benar.
Mencegah penyalahgunaan obat
Kegiatan yang dikemas dalam program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) merupakan bagian dari upaya BBPOM di Jakarta untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan obat di rumah tangga, khususnya obat rusak dan kedaluwarsa.
Menurut Kepala BBPOM di Jakarta, Jaffeta Pradeko Putra, sosialisasi ini dilakukan karena masih banyak warga menyimpan obat yang tidak lagi digunakan atau membuangnya bersama sampah rumah tangga tanpa perlakuan khusus.
BBPOM Gelar Edukasi Obat Bahan Alam Aman di Petukangan Selatan"Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta membuka peluang penyalahgunaan obat rusak atau kedaluwarsa untuk peredaran obat ilegal termasuk obat palsu," ujar Jaffeta, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (1/10).
Ia menegaskan, masyarakat sebagai garda terdepan memiliki peran untuk menjaga keamanan obat dan makanan di lingkungan keluarga.
"Pengawasan obat tidak sekadar dilakukan BPOM, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Membuang obat secara benar adalah langkah sederhana, namun berdampak besar mencegah penyalahgunaan obat maupun menjaga kelestarian lingkungan," tegasnya.
la juga mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas obat dan makanan aman dengan selalu melakukan Cek KLIK, yaitu memastikan kemasan dalam kondisi baik, membaca informasi label, memastikan produk memiliki izin edar dan tidak melewati masa kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsi obat.
Cek BEBAS dengan memastikan makanan sebelum dikonsumsi dengan bentuk, bau, warna dan rasanya aman tidak menyimpang.
"Hindari penjual tidak jelas, termasuk toko online tanpa izin karena berisiko obat palsu, ilegal, atau rusak penyimpanan. Menggunakan resep dokter seperti obat keras serta mencegah penyalahgunaan, efek samping berbahaya, dan resistensi antibiotik," ungkapnya.