Revitalisasi 10 Saluran Air di Jakut Rampung
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara sudah merampungkan revitalisasi saluran di 10 lokasi untuk mengantisipasi genangan. Sementara itu, sembilan lokasi lainnya ditargetkan selesai hingga Desember 2026.
"Dilakukan secara bertahap sejak Juni"
Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Boris Karlop Lumban Gaol mengatakan, revitalisasi ini merupakan tindak lanjut atas usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan reses Legislator DPRD DKI Jakarta.
Saluran di Gang Hidayah II Direvitalisasi"Pengerjaan sudah dilakukan secara bertahap sejak Juni melalui pihak ketiga. Saat ini, 10 lokasi sudah rampung 100 persen," ujarnya, Selasa (13/10).
Boris menjelaskan, pembangunan saluran menggunakan beton U-ditch. Dimensinya disesuaikan dengan kondisi lapangan, mulai dari 40x40 sentimeter hingga 100x100 sentimeter.
Ia merinci, di Kecamatan Tanjung Priok, revitalisasi dilakukan di Jalan Haji Mawar sisi barat, Kelurahan Sunter Jaya, sepanjang 462,2 meter, serta Jalan Haji Amsir sepanjang 243,5 meter.
Selanjutnya, saluran di Jalan Warakas I Gang 21, Kelurahan Warakas, dibangun sepanjang 229,8 meter dan di Jalan Ganggeng III RT 04/RW 01, Kelurahan Sungai Bambu, sepanjang 417,6 meter.
Kemudian, di revitalisasi saluran di Kecamatan Cilincing meliputi, Kelurahan Kalibaru di Jalan Kalibaru Barat 8 sepanjang 536,7 meter; dan Jalan Kalibaru Barat 7 sepanjang 462,2 meter. Revitalisasi lainnya dilakukan di Jalan Green Garden I, Kelurahan Rorotan, dengan panjang mencapai 651 meter.
Sementara, di Kecamatan Koja, revitalisasi dilakukan di Jalan Walang Baru Raya dan Jalan Walang Timur, Kelurahan Tugu Utara, dengan total panjang 1.035 meter. Adapun pembangunan di Jalan Bendungan Melayu, Kelurahan Rawa Badak Selatan, mencapai 151,2 meter.
"Revitalisasi saluran juga dilakukan di Kecamatan Kelapa Gading, tepatnya di Jalan Tabanas dan Jalan Wesel, Kelurahan Pegangsaan Dua, dengan panjang mencapai 262 meter," bebernya.
Boris menambahkan, sembilan lokasi yang masih dalam pengerjaan tersebar di Kecamatan Penjaringan, Cilincing, Koja, dan Tanjung Priok. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal pada akhir 2026.
"Berdasarkan kajian teknis, perbedaan kekuatan saluran dengan dan tanpa lantai kerja sekitar tiga persen. Struktur tanpa lantai kerja sudah melalui perhitungan teknis dan dinyatakan aman untuk menahan beban kendaraan," imbuhnya.
Ia menuturkan, revitalisasi tersebut menggunakan anggaran tahun 2026 dengan perencanaan yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya.
Untuk tahun 2027, Suku Dinas SDA Jakarta Utara masih menyusun prioritas lokasi dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan serta ketersediaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Karakteristik geografis Jakarta Utara yang berada di bawah permukaan air laut ini berbeda dengan wilayah lainnya. Untuk itu, dibutuhkan dukungan anggaran yang optimal untuk mengurangi titik-titik genangan," tandasnya.