You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengenalan Emosi dan Batasan Tubuh Disosialisasikan di SLB C Wimar Asih
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Pelajar Berkebutuhan Khusus Dibekali Pemahaman Emosi dan Batasan Tubuh

Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan mengadakan sosialisasi pengenalan emosi dan batasan tubuh bagi 50 pelajar berkebutuhan khusus di SLB-C Wimar Asih, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu.

"Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri"

Kepala Seksi Perlindungan Anak Sudin PPAPP Jakarta Selatan, Dewi Damyanti mengatakan, kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai perasaan diri, batasan tubuh, serta keberanian untuk menyampaikan ketidaknyamanan dan mencari bantuan ketika membutuhkan perlindungan.

Sudin PPAPP Jaksel Sudah Tangani 239 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Menurutnya, pengenalan emosi dan batasan tubuh merupakan bekal penting bagi anak untuk mengekspresikan perasaan sekaligus melindungi dirinya.

"Anak-anak perlu mengenali apa yang mereka rasakan dan memahami bahwa tubuh mereka harus dihargai. Melalui lagu dan interaksi sederhana, kami berharap dapat membantu mereka berani menyampaikan ketika merasa takut atau menerima sentuhan yang membuatnya tidak nyaman," ujarnya, Selasa (13/10).

Dewi menjelaskan, kegiatan diawali dengan materi bina suasana dan permainan edukatif yang dipandu fasilitator sekolah inklusi. Kegiatan tersebut bertujuan membangun konsentrasi, keberanian, dan rasa percaya diri siswa.

"Melalui materi Aku Cinta Diriku yang disampaikan fasilitator Speakupnow mereka juga diajak mengenali perasaan serta membedakan sentuhan yang boleh dan tidak boleh. Materi disampaikan melalui lagu, gerakan bersama, dan interaksi menyenangkan agar lebih mudah dipahami peserta," terangnya.

Dewi memaparkan, pembelajaran tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan cita-cita. 

"Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap potensi setiap anak," ungkapnya.

Ia menambahkan, peran guru dan orang tua sangat penting dalam mendampingi anak agar pemahaman mengenai emosi dan batasan tubuh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin mengenali dan menghargai dirinya serta memiliki keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman.

"Ketika anak mencoba bercerita, dengarkan dan bantu mereka mengungkapkan perasaannya. Pemahaman tentang batasan tubuh perlu dikenalkan secara berulang agar anak tahu kapan harus menolak dan kepada siapa mereka dapat meminta bantuan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SLB-C Wimar Asih, Lenny E. Kotambunan mengaku senang dan bangga karena para peserta didiknya memperoleh tambahan pengetahuan melalui kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Sudin PPAPP Jakarta Selatan.

Ia berharap, kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan sehingga para siswa tetap memiliki semangat dan optimisme dalam meraih cita-cita, terlepas dari keterbatasan yang mereka hadapi.

"Semoga pembelajaran seperti ini terus hadir di tengah-tengah muridnya, sehingga nantinya dengan keterbatasan yang ada, mereka tetap semangat dan optimistis mendapatkan apa yang mereka inginkan untuk menggapai cita-citanya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29194 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11535 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6914 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3855 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1628 personAldi Geri Lumban Tobing