Pelajar SMPN 85 Diedukasi Pencegahan Penyakit Jantung
Peserta didik di SMPN 85 di Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan diedukasi pencegahan penyakit jantung melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan Poltekkes Kemenkes Jakarta I.
"Pengenalan organ jantung"
Kegiatan ini mengusung tema "Peningkatan Kapasitas Siswa dalam Penerapan Gaya Hidup Modern untuk Pencegahan Penyakit Jantung".
Warga Kebagusan Diedukasi Cegah Penyakit Tidak MenularKetua Tim PkM Poltekkes Kemenkes Jakarta I, Tutty Aprianti mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan menambah wawasan peserta didik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat sejak usia remaja.
"Kami mengapresiasi SMPN 85 Jakarta atas terselenggaranya kegiatan yang tentunya akan membawa dampak positif bagi para peserta didik," ujarnya, Selasa (27/10).
Tutty menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi deteksi dini risiko masalah kesehatan jantung, pengukuran tinggi badan dan berat badan, penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta edukasi mengenai penerapan gaya hidup modern yang mendukung pencegahan penyakit jantung pada remaja.
"Untuk mengukur efektivitas edukasi, tim menerapkan metode pre-test dan post-test guna mengetahui tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan," terangnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Sebelum edukasi, sebanyak 48 persen peserta didik berada dalam kategori pengetahuan baik, sedangkan 52 persen lainnya berada dalam kategori cukup. Setelah mengikuti edukasi, seluruh peserta berhasil mencapai kategori pengetahuan baik.
"Alhamdulillah, para seluruh murid sangat antusias mengikuti materi yang membekali mereka seputar pengenalan organ jantung, berbagai masalah kesehatan berkaitan dengan jantung, tren gaya hidup modern pada remaja, hingga langkah-langkah pencegahannya," ungkapnya.
Ia menuturkan, pemahaman mengenai kesehatan jantung perlu ditanamkan sejak dini agar remaja mampu mengenali berbagai faktor risiko dan mengambil langkah pencegahan melalui kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat.
Sementara itu, Kepala SMPN 85 Jakarta, Wulandari menyampaikan, para peserta didik memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Berdasarkan umpan balik yang dihimpun, mereka merasa senang karena memperoleh pengetahuan baru yang relevan dan materi yang dinilai masih jarang mereka dapatkan, khususnya mengenai pencegahan risiko penyakit jantung.
"Kami berharap para siswa dan siswi sebagai generasi muda dapat termotivasi untuk menerapkan gaya hidup bijak dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kesehatan jantung yang optimal di masa depan," tandasnya.