Menikmati Karya Seni Rupa di Taman Suropati
Pameran Seni Rupa Ruang Publik 2026 bertajuk PEKALOKA, Selasa (3/11), resmi digelar di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan yang berlangsung hingga 10 November ini menyajikan berbagai karya seni yang dapat dinikmati warga Jakarta.
Karya seni tidak lagi diposisikan sebagai objek tontonan pasif
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, mengapresiasi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) serta para pelaku seni yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pameran ini.
"Kami berkeinginan karya yang ditampilkan para seniman dapat dinikmati masyarakat,"' ujar Miftahulloh.
UP PKJ TIM - Komite Musik DKJ Gelar PKIna 2026Ia juga mengajak seniman untuk ikut berkontribusi, mensukseskan penyelenggaraan World Cities Culture Forum yang diselenggarakan Oktober 2027 nanti. Forum internasional ini akan diikuti sekitar 200 delegasi dari 60 kota dunia.
"Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan World Cities Culture Forum pada 2027. Kami mengajak seniman menampilkan karya seni di ruang publik sehingga kota ini lebih terkenal lagi," ungkapnya.
Sementara Ketua Harian DKJ, Dewi Umaya Rachman menuturkan, pmeran seni rupa ruang publik merupakan manifestasi dan misi strategis DKJ untuk mendekatkan praktik kesenian langsung di tengah warga.
Pameran seni rupa ruang publik ini hadir untuk mendorong interaksi yang lebih terbuka, cair dan tidak berjarak antara karya, perupa, dan warga.
"Di sini, karya seni tidak lagi diposisikan sebagai objek tontonan pasif, melainkan sarana dialog yang berdenyut di dalam ruang keseharian," tuturnya.
Menurut Dewi, ruang publik merupakan cerminan dari sebuah kota yang bukan sebatas fisik atau area transit, melainkan ruang sosial organik yang menjadi bagian pengalaman hidup warga Jakarta.
"Pemilihan Taman Surapati sebagai venue pameran kali ini tidak sekadar pilihan praktis. Melainkan sebagai salah satu taman kota tertua yangmelintasi berbagai pergantian zaman sekaligus presentasi autentik dari silang sengkarut, ritme, dan nafas kehidupan Jakarta," ungkapmya.
Ia menjelaskan, pameran Seni Rupa Ruang Publik yang mengusung tajuk PEKALOKA ini merespon keterbatasan third place yang semakin terasa melingkupi warga Jakarta.
Di tengah himpitan rutinitas urban, ketersediaan ruang kerja yang inklusif, humanis dan mampu memantik interaksi sosial menjadi krusial bagi kesejahteraan bersama.
Menurutnya, program seni rupa ruang publik ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan DKJ untuk terus merumuskan model presentasi dan interaksi seni rupa yang relevan dan dengan kebutuhan masyarakat hari ini.
"Langkah ini sekaligus menjadi komitmen DKJ mendukung agenda Pemprov DKI mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Sebab sejatinya, keberhasilan ini tidak hanya diukur dari indikator ekonomi dan infrastruktur fisik semata, tetapi juga dari kedewasaan ekosistem kebudayaan dan kualitas ruang budaya," tegasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Kebudayaan, serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta UP PKJ, Perupa, Kurator Komunitas Kreatif, dan seluruh mitra yang telah menyatukan energi untuk mewujudkan pameran.
"Selamat menikmati pameran dan selamat berdialog di Taman Surapati. Kami tunggu kedatangan warga Jakarta untuk menikmati pameran seni rupa ini," tandasnya