You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengukuhan dewan kesenian jakarta rezap
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Kukuhkan Anggota DKJ, Pramono Pesan Rawat Ekosistem Kesenian Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang baru agar merawat ekosistem kesenian yang inklusif di Jakarta. Pramono mengatakan, sebagai kota global yang berbudaya dan inklusif, Jakarta terbuka bagi semua kalangan masyarakat.

"ikut merawat ekosistem kesenian yang inklusif,"

Hal ini ditunjukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan membuka ruang budaya dan keagamaan secara luas untuk seluruh masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti Christmas Carol, Imlek, Waisak, dan lainnya.

"Maka dengan demikian saya merawat, berharap betul saudara-saudara ikut merawat ekosistem kesenian yang inklusif tadi," ujar Pramono, usai mengukuhkan anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2026-2029 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8).

50 Penyandang Disabilitas Diajarkan Seni Musik Marawis

Gubernur juga berpesan kepada DKJ agar menjadikan seni sebagai wajah Jakarta di mata dunia. Pemprov DKI, kata dia, berkomitmen untuk memberikan ruang ekspresi yang semakin luas bagi para seniman dan budayawan.

Selain itu, ia juga mendorong agar Pemprov DKI dan DKJ memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menciptakan Jakarta menjadi kota yang nyaman dan aman.

"Tanpa itu (kolaborasi), menurut saya apa pun yang kita lakukan pasti tidak akan memberikan dampak membuat kenyamanan, keamanan kota yang kita cintai ini," kata Pramono.

Pram, sapaan akrabnya, meyakini anggota DKJ yang baru saja dikukuhkan ini mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Menurutnya, pengukuhan ini bukan hanya sekadar pergantian kepengurusan, namun juga menjadi momentum untuk merawat kehidupan kesenian, kebudayaan, dan kreativitas di Jakarta.

Saat ini, Jakarta tercatat menempati ranking ke-71 dari 156 kota global dunia. Pramono pun berharap Jakarta bisa menduduki jajaran 50 besar kota global pada 2030 nanti, salah satunya melalui peran kesenian dan budaya.

Ia menekankan pentingnya membuka ruang kesenian dan budaya, agar ekspresi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik. Salah satunya melalui kebijakan untuk membuka operasional sejumlah taman di Jakarta menjadi 24 jam.

"Maka saya menyampaikan berkali-kali di Balai Kota, hubungan birokrasi pemerintahan dengan seniman, dengan budayawan, dengan kelompok-kelompok ekonomi kreatif itu harus berjalan dengan baik," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12868 personDessy Suciati
  2. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1519 personFakhrizal Fakhri
  3. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1510 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1455 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1135 personBudhi Firmansyah Surapati