Revitalisasi Puskesmas untuk Kurangi Penumpukan Pasien di Rumah Sakit
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Subki mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kualitas puskesmas melalui program revitalisasi guna memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat pertama sekaligus mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit besar.
"Puskesmas itu kan pintu pertama,"
Menurut Subki, puskesmas merupakan fasilitas kesehatan pertama yang menjadi pintu masuk masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis. Sebab itu, kualitas sarana, prasarana, hingga pelayanan puskesmas perlu terus ditingkatkan agar warga merasa nyaman dan percaya untuk berobat.
"Puskesmas itu kan pintu pertama dari seluruh fasilitas kesehatan kita. Maka, puskesmas harus baik dan bagus. Mudah-mudahan dengan puskesmas yang bagus, masyarakat bisa disaring melalui puskesmas sehingga tidak langsung ke rumah sakit besar," ujar Subki, saat rapat kerja pembahasan Raperda APBD DKI Jakarta 2027, Rabu (4/11).
Perkuat Layanan Kesehatan, Pramono Resmikan Puskesmas Taman SariIa menilai, selama ini masih banyak masyarakat yang memilih langsung berobat ke rumah sakit besar, meskipun keluhan kesehatannya masih dapat ditangani di puskesmas. Kondisi tersebut berpotensi memicu penumpukan pasien sekaligus menambah beban pelayanan rumah sakit.
"Kita mendukung Dinas Kesehatan untuk memperbarui dan merevitalisasi puskesmas agar lebih baik, sehingga masyarakat tidak menumpuk di rumah sakit besar," katanya.
Selain pembenahan fasilitas, Subki juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan kesehatan. Petugas puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan yang ramah, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Di sisi lain, Komisi E turut mendorong penguatan layanan spesialis di rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta. Dengan begitu, rumah sakit daerah diharapkan mampu menangani berbagai penyakit berat tanpa harus selalu bergantung pada rumah sakit berskala nasional.
Subki mencontohkan pengembangan layanan kanker di RSUD Pasar Minggu serta layanan penanganan stroke. Penguatan layanan spesialis tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan komprehensif.
"Sehingga kita tidak berfokus kepada rumah sakit nasional. Rumah sakit daerah juga bisa memberikan layanan penyakit-penyakit berat," tandasnya.