Rano Apresiasi Peran Penulis Cerita Anak
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri acara mengenang 130 tahun Aman Datuk Madjoindo di Gedung A, Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Jalan Jenderal Sudirman, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Buku-bukunya hampir semua saya baca,"
Dalam sambutannya, Rano mengungkap pentingnya peran penulis cerita anak menjaga moral dan kebudayaan.
"Aman Datuk Madjid Indo, saya enggak sempat kenal beliau, tapi buku-bukunya hampir semua saya baca. Dan memang kita kehilangan penulis-penulis terutama untuk anak-anak, apalagi di saat-saat sekarang ini sangat-sangat berbahaya bagi anak-anak kita," ujar Rano, Kamis (5/11).
Rano dan Tomohide Sato Bahas Penguatan Kerja Sama Jakarta–TokyoLantaran itu, Rano mengaku pada Januari 2027 mendatang Pemprov DKI Jakarta akan menggelar kegiatan musikal sebagai tribute mengenang Aman Datuk Madjoindo yang dinamakan Si Doel Musikal. Kegiatan itu juga sebagai rangkai dari menyambut HUT Jakarta ke-500 tahun pada tahun mendatang.
Dikatakan Rano, semasa kecil ia telah aktif membaca berbagai karya sastra seperti Tenggelamnya Kapal Vanderwick, Siti Nurbaya dan termasuk karya dari Aman Datu Madjoindo, Si Doel Anak Jakarta. Kisah figur utama dalam buku itu juga menginspirasi dirinya aehingga bisa tumbuh berkembang hingga menjadi pribadi saat ini.
Dilanjutkan Rano, pertama kali bersentuhan dengan buku Si Doel Anak Jakarta terjadi saat Ia berusia sekitar 8 tahun. Ia menemukan buku berada paling bawah di tumpukan buku yang ada di Balai Pustaka.
Semenjak itu, ia seperti merasa ada chemistry dengan figure Si Doel dalam kisah. Sehingga, saat ditawari mengambil bagian sebagai pemeran anak dalam film Si Doel Anak Betawi besutan Sjuman Djaya sekitar tahun 1972, Ia merasa senang dan langsung setuju terlibat.
Menurut Rano, periode tahun 1970-an itulah awal mula kembali bangkitnya perfilman Indonesia setelah tahun medio tahun 1960an tidak film Indonesia yang diproduksi. Dan kebangkitan film nasional itu menurut Rano diawali dari film anak-anak.
Sebab itu, ia sangat mengapresiasi peran para penukis cerita anak yang belakangan ini telah langka. Ke depan, Ia berharap banyak lahir penulis cerita anak sehingga memperkuat karakter dan budaya.
"Salah satu kenapa saya bisa jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta memang gara-gara Si Doel ini," tandasnya.