You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rany mauliani ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Ketersediaan Alat Medis Cadangan untuk Jaga Pelayanan RSUD

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani meminta, Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan ketersediaan alat kesehatan yang memadai di seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) guna menjaga kelancaran pelayanan medis sekaligus mengantisipasi gangguan layanan ketika peralatan utama mengalami kerusakan.

"ada alat lain yang bisa digunakan,"

Menurut Rany, setiap RSUD idealnya memiliki alat kesehatan cadangan untuk menunjang layanan medis yang membutuhkan penanganan cepat.

"Jadi, kalau bisa, alat yang dibutuhkan masyarakat di setiap rumah sakit tidak hanya satu, tetapi ada dua. Misalnya, ventilator jangan hanya satu, harus ada cadangan. Ketika terjadi kerusakan, ada alat lain yang bisa digunakan," ujarnya, Minggu (8/11).

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Ia mencontohkan pentingnya ketersediaan fasilitas catheterization laboratory (cath lab) di RSUD Budhi Asih. Pengadaan fasilitas tersebut lantaran RSUD Budhi Asih kerap menerima pasien rujukan dengan kondisi serangan jantung yang membutuhkan penanganan segera.

Rany menegaskan bahwa kelengkapan alat medis menjadi faktor penting dalam menentukan kecepatan penanganan pasien dalam kondisi darurat.

"Kalau ada pasien serangan jantung, sementara alatnya tidak bisa digunakan, bagaimana penanganannya? Karena itu, setiap rumah sakit perlu memiliki alat yang dibutuhkan masyarakat, termasuk peralatan cadangan," tegasnya.

Lebih jauh, Rany menilai, kualitas pelayanan dan fasilitas RSUD di Jakarta sudah mampu bersaing dengan rumah sakit di sejumlah daerah lain. Namun, berbagai keunggulan tersebut perlu lebih banyak diperkenalkan kepada masyarakat melalui publikasi dan optimalisasi media sosial (medsos) masing-masing rumah sakit.

Ia berharap, masyarakat semakin mengenal fasilitas dan layanan yang tersedia di RSUD sehingga dapat memanfaatkan layanan kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta secara optimal.

"Saya juga sudah berkeliling ke sejumlah rumah sakit. Fasilitasnya jauh berbeda dan sudah bagus. Hanya saja, kita masih kurang mengekspos dan memberikan perhatian terhadap hal tersebut," imbuhnya.

Rany juga mengusulkan agar Komisi E memperkuat koordinasi dengan Dinkes dan jajaran direksi RSUD melalui pertemuan rutin. Komunikasi yang intensif antara legislatif dan pengelola rumah sakit penting agar persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

"Kalau kita sering berkomunikasi dan berkoordinasi, insya Allah berbagai permasalahan pelayanan kesehatan bagi warga DKI Jakarta bisa diatasi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

    access_time04-11-2026 remove_red_eye37132 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

    access_time05-11-2026 remove_red_eye28173 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

    access_time02-11-2026 remove_red_eye4027 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

    access_time04-11-2026 remove_red_eye2844 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Waduk Kampung Rambutan 1 Bakal Jadi Ruang Terbuka Multifungsi

    access_time06-11-2026 remove_red_eye1824 personAldi Geri Lumban Tobing