You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Antisipasi Pemulung Masuk, Bekas Pasar Diponegoro Dipagar
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Antisipasi Pemulung Masuk, Bekas Pasar Diponegoro Dipagar

Mengantisipasi masuknya pemulung yang akan mengambil material di bekas Pasar Diponegoro di Jalan Diponegoro, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, PD Pasar Jaya, Jumat (11/9), mulai memagari kawasan tersebut. Sementara 20 pedagang sudah selesai mengosongkan kios-kiosnya pada Kamis (10/9) malam.

Tadi malam batas pengosongan, kita bahkan fasilitasi truk untuk bantu angkut barang mereka

"Tadi malam batas pengosongan, kita bahkan fasilitasi truk untuk bantu angkut barang mereka," ujar Agus Lamun, Manajer Humas PD Pasar Jaya, Jumat(11/9).

Menurut Agus, sesuai kesepakatan dengan pedagang, mereka bersedia memindahkan barang-barangnya hingga batas akhir kemarin malam.

Pengosongan Pasar Diponegoro Kondusif

Dikatakan Agus, setelah proses administrasi lengkap, pembongkaran kios pedagang akan segera dilaksanakan. Nantinya, Pemkot Administrasi Jakarta Pusat akan membangun taman jalur hijau di lokasi tersebut.

Pantauan Beritajakarta.com, sejumlah tenaga bangunan terlihat mulai memagari pasar tersebut dengan menggunakan seng. Tidak terlihat lagi adanya aktivitas jual beli, karena seluruh pedagang telah direlokasi ke sejumlah pasar yang letaknya berdekatan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6896 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5679 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3488 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2131 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1896 personAnita Karyati