You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jalan Umum Diambil Kampus Yarsi, Camat Ancam Bongkar
photo Nurito - Beritajakarta.id

Jalan Ditembok di Cempaka Putih Segera Dibongkar

Camat Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Lola Lovita, menyayangkan badan jalan dan saluran air di Jl Cempaka Putih Tengah dimanfaatkan perguruan tinggi di kawasan tersebut sebagai halaman kampus. Badan jalan tersebut ditembok beton selebar sekitar lima meter dan panjang sekitar 300 meter.

Pantas saja Jl Cempaka Putih Tengah 1 ini menyempit dan setiap hujan selalu timbul genangan 30 sentimeter

"Pantas saja Jl Cempaka Putih Tengah 1 ini menyempit dan setiap hujan selalu timbul genangan 30 sentimeter. Setelah ditelusuri ternyata saluran air adanya di dalam kampus dan badan jalan diduga diambil pihak kampus," ujar Lola Lovita, Minggu (4/10).

Pihaknya, kata Lola, langsung meminta pada kampus agar membongkar halaman yang ditembok tersebut. Kemudian, saluran air akan dinormalisasi, agar tidak timbul genangan lagi saat musim hujan. Jalan juga akan dikembalikan ke fungsinya sebagai jalan agar tidak ada kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

TPU di Ibukota akan Ditanam Pohon Hias

Menurut Lola Lovita, jika dalam waktu satu minggu belum dibongkar maka pihaknya akan membongkar paksa.

"Bagaimana tidak macet, jalanan menyempit karena diambil pihak kampus. Nanti setelah dibongkar, kita minta ke dishub dibuatkan rambu larangan parkir dan berhenti. Agar lalu lintas lancar," kata Lola.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12143 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1364 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1342 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1304 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1009 personBudhi Firmansyah Surapati