You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kayu Manis Fokus Tangani Permasalahan Saluran Air
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Antisipasi Banjir, PPSU Normalisasi Saluran Air di Kayu Manis

Mengantisipasi banjir musim hujan mendatang, puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dikerahkan untuk melakukan normalisasi saluran air di Kelurahan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur.

PPSU kami sebar di lokasi yang menjadi langganan banjir

"PPSU kami sebar di lokasi yang menjadi langganan banjir. Tim satu di Jalan Kayu Manis III, tim dua di Kayu Manis I dan tim tiga di Jalan Kayu Manis Barat RW 5," kata Endang Kartika, Lurah Kayu Manis, Senin (12/10).

Menurut Kartika, permasalahan di Kelurahan Kayu Manis terkait dengan saluran air sudah berlangsung beberapa tahun dan belum pernah teratasi. Dengan adanya PPSU ini, sambungnya, saluran tersumbat karena sampah dan endapan lumpur itu bisa teratasi.

PPSU Perbaiki Jalan Ambrol di Kayu Manis

"Sudah beberapa saluran sudah kita tangani dan berhasil. Kayak di gorong-gorong, sedimen-sedimen diangkut ke dipo sampah, kebetulan Kayu Manis punya dipo di RW 3," ujar Kartika.

Bahkan, dari hasil pengerukan sedimen di saluran air dan kali, dibutuhkan kurang lebih 4.000 karung. "Awalnya kita memprediksi 1.500 karung, setelah PPSU tangani lumpur melebihi yang kita duga. Bisa sampai lebih 4.000 karung," paparnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6945 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5692 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3780 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2141 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1911 personAnita Karyati