You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Saluran Air Di Kali Anyar Dirombak
photo Septradi Setiawan - Beritajakarta.id

Saluran di Kali Anyar Dinormalisasi

Saluran air di RW 04 dan 05, Kelurahan Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat dinormalisasi kuras Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat, Jumat (30/10).

Kalau RW yang lain saluran airnya dinilai bagus, makanya program sudin memilih RW 04 dan 05

Pantauan Beritajakarta.com, normalisasi saluran air tersebut sudah mencapai tahap pengalian tanah yang mencapai kedalaman sekitar 1,5 meter. Selain itu, beberapa akses Jalan juga ditutup karena banyaknya tanah galian yang menumpuk.

Lurah Kali Anyar, Muhamad Sya'af mengatakan, dari total sembilan RW yang berada di wilayahnya, hanya dua RW saja yang mendapat program normalisasi saluran dari Sudin Tata Air Jakarta Barat.

Ini Wilayah Rawan Kebakaran di Ibu Kota

"Kalau RW yang lain saluran airnya dinilai bagus, makanya program sudin memilih RW 04 dan 05, adapun di RW 03 itu sudah selesai minggu lalu," katanya, Jumat (30/10).

Menurut Sya'af, normalisasi tersebut ditargetkan rampung 30 Desember 2015 mendatang. Namun, pengerjaan bisa dipercepat jika para pekerja menggunakan alat modern seperti mesin pengebor tanah.

"Para pekerjanya masih menggunakan cara dan alat manual seperti cangkul, linggis dan palu penghancur, gimana mau cepat, padahal musim hujan sebentar lagi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6922 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5684 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3657 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2135 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1901 personAnita Karyati