You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Bocah Tugu Utara Negatif Flu Burung
photo Suriaman Panjaitan - Beritajakarta.id

Bocah Tugu Utara Negatif Flu Burung

Bocah berinisial DA (11), warga Kampung Beting, RT 03/19, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter Agung, Tanjung Priok, lantaran diduga suspect atau mengalami gejala flu burung telah pulang ke rumahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bocah tersebut negatif flu burung.

Sekarang saya sudah lega karena pihak RSPI bilang dari dua kali pemeriksaan hasilnya negatif

Nur Hidayah (42). ibu bocah tersebut mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan putranya dinyatakan negatif menderita flu burung.

"Sekarang saya sudah lega karena pihak RSPI bilang dari dua kali pemeriksaan hasilnya negatif. Menurut dokter, anak saya ini ternyata hanya memiliki flek pada paru-parunya bukan flu burung," ujarnya, Rabu (4/11).

Kader TP PKK Diberikan Pelatihan Poktan

Staf Medik Fungsional Anak, RSPI Sulianti Saroso, Desrinawati mengatakan, bocah yang diduga menderita flu burung tersebut telah membaik. Namun, pihaknya masih harus mengisolasi dan memeriksanya untuk memastikan apakah virus H5N1 benar-benar terjangkit di tubuh bocah tersebut.

"Pasien perkembangannya (kondisi kesehatan) membaik. Namun, tanda-tanda flu burung masih harus kami observasi," katanya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11215 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1340 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1273 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1272 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye985 personBudhi Firmansyah Surapati