You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penertiban Bantaran Kali Krukut Terkendala Rusun
photo Doc - Beritajakarta.id

Penertiban Bantaran Kali Krukut Terkendala Rusun

Rencana penertiban bangunan yang berdiri di bantaran Kali Krukut, Tanah Abang masih menunggu ketersediaan rumah susun (rusun). Ketersediaan rusun sangat penting untuk merelokasi warga yang sebelumnya tinggal di bantaran kali tersebut.

Kami masih menunggu rusun. Kan Pak Gubernur maunya seperti itu, harus ada tempat untuk merelokasi warga

Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, penertiban bantaran Kali Krukut baru akan dilakukan setelah ketersediaan rusun. Sejauh ini, pihaknya juga belum melakukan pendataan maupun sosialisasi kepada warga yang tinggal di bantaran kali itu.

"Kami masih menunggu rusun. Kan Pak Gubernur maunya seperti itu, harus ada tempat untuk merelokasi warga yang ditertibkan," ujar Mangara, Jumat (6/11).

Aliran Kali Krukut Dipenuhi Sampah

Namun demikian, sambung Mangara, begitu pihaknya mendapatkan kepastian soal ketersedian rusun, makan penertiban segera dilakukan.

"Setelah ada rusun, segera kami tertibkan," kata Mangara.

Seperti diketahui, saat ini wilayah bantaran Kali Krukut yang melintas di wilayah Kelurahan Bendungan Hilir hingga Karet Tengsin itu kerap dipenuhi sampah. Sampah-sampah itu berasal dari pembuangan warga yang banyak tinggal di bantaran kali.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6879 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5677 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3394 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2126 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1894 personAnita Karyati