You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BMKG: Hujan Turun Di Jakarta Masih Dengan Insentitas Ringan
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Setiap Sore, Jabodetabek Diperkirakan Hujan Ringan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan dengan intensitas ringan masih akan turun setiap sorenya di wilayah Jabodetabek.

Intensitasnya memang masih ringan sekitar dibawah 50 milimeter per harinya, potensi hujan mulai dari siang hingga malam hari

"Intensitasnya memang masih ringan sekitar di bawah 50 milimeter per harinya, potensi hujan mulai dari siang hingga malam hari," ujar Fachri Radjab, Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG, Kamis (12/11).

Pihaknya, kata Fachri, berharap warga Jakarta agar menjaga kesehatan mengingat perubahan cuaca dari pagi hingga siang akan panas dengan cukup terik. Sedangkan sore ke malam hari akan turun hujan secara merata.

DKI Waspadai Banjir di 125 Kelurahan

"Kita harap warga kalau ada saluran mampet di depan rumah agar langsung dibersihkan, sehingga tidak tergenang saat hujan besar turun," katanya.

Pihaknya berharap Pemerintah DKI Jakarta juga agar mempercepat pembersihan sungai yang masih terhambat. Mengingat puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2016 mendatang.

"Kalau saluran masih mampet diperkirakan akan sulit menahan puncak musim hujan yang intensitasnya bisa sampai 300 milimeter per harinya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1187 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1170 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye955 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye941 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati