You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Puluhan Pohon Ditanam di Pademangan, Jakut
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

30 Pohon Ditanam di Pademangan Timur

Penghijauan mulai dilakukan di sepanjang Jalan Pademangan Raya dan Jalan Pademangan V, Pademangan Timur, Jakarta Utara. Pohon pelindung dan pohon buah ditanam untuk mengembalikan kelestarian lingkungan sekitar.

Penanaman pohon di lahan kosong, agar lokasi tersebut tidak kembali ditempati atau berdiri bangunan liar. Selain itu juga demi keindahan serta mengurangi dampak dari pemanasan global

Lurah Pademangan Timur, Agus Fachruddin mengatakan, ada 30 pohon pada dua titik lokasi tersebut yang ditanam. Bukan hanya di trotoar, tetapi juga dilahan kosong untuk mencegah pemanfaatan oknum untuk bangunan liar.

"Penanaman pohon di lahan kosong, agar lokasi tersebut tidak kembali ditempati atau berdiri bangunan liar. Selain itu juga demi keindahan serta mengurangi dampak dari pemanasan global," ujar Agus, Senin (16/11).

73 Pohon Pelindung Ditanam di Lenteng Agung

Pemantauan pun akan terus dilakukan untuk menjaga tanaman tersebut bisa tumbuh baik. Beberapa petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dikerahkan.

"Pohon mangga yang kami tanam selain bermanfaat jadi penghijauan, buahnya juga dapat dikomsumsi warga. Selain petugas, warga juga turut menjaga dan merawat semua pohon tersebut," tandas Agus.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6913 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5681 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3618 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2134 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1897 personAnita Karyati