You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kali Ciliwung Masih Dipenuhi Sampah
photo Devi Lusianawati - Beritajakarta.id

Kali Ciliwung di Kwitang Penuh Sampah

Kali Ciliwung di Kelurahan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat dipenuhi sampah. Selain sampah, endapan lumpur yang tebal serta air yang surut membuat kondisi kali semakin kotor.

Sejauh ini sudah kita kerjakan tapi baru manual karena alat berat tidak bisa masuk. Tapi tetap kita akan bersihkan secepatnya

Pantauan Beritajakarta.com, berbagai jenis sampah tampak menumpuk di kali yang tepat berada di RT 06/02 tersebut.

Rian (25), salah satu warga mengatakan, sejak musim kemarau kondisi kali di dekat rumahnya tersebut memang sudah dipenuhi lumpur dan sampah. Kondisi kali yang kotor membuat lingkungan rumahnya tersebut lebih terlihat kumuh.

Atasi Sampah Ciliwung, Djarot Gandeng Komunitas Warga

"Ya, maunya biar cepat dibersihkan saja, walaupun dari jalan tidak terlalu terlihat tapi kalau sedang duduk sangat terlihat," ujarnya, Kamis (19/11).

Wakil Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus dalam membersihkan kayu-kayu yang ada di kali-kali yang ada di Jakarta seperti Manggarai, Krukut dan Kalibata. Namun demikian, pihaknya tetap memprogramkan pembersihan di Kali Ciliwung tersebut.

"Sejauh ini sudah kita kerjakan tapi baru manual karena alat berat tidak bisa masuk. Tapi tetap kita akan bersihkan secepatnya," tandas Ali.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1196 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1183 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye973 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye950 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye860 personBudhi Firmansyah Surapati