You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
60 PPSU Kuras Saluran Citapel
photo Septradi Setiawan - Beritajakarta.id

60 PPSU Kuras Saluran Citapel

Sedikitnya lima ton sampah basah dari berbagai jenis diangkut dari saluran Citapel Tunas Muda, RW 11 Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Puluhan petugas dibantu warga ikut dalam pembersihan kali ini.

Kami kerjakan dimulai dari pukul 07.00 pagi, untuk sementara kurang lebih lima ton sampah berhasil terkumpul, kami keruk karena selama ini saluran Citapel tidak berfungsi sebagaimana mestinya

Lurah Meruya Utara, Pangestu Aji mengatakan, pengurasan dan pembersihan itu dilakukan oleh 60 petugas Penanganan Prasaranana dan Sarana Umum (PPSU) serta dibantu masyarakat sekitar.

"Kami kerjakan dimulai dari pukul 07.00 pagi, untuk sementara kurang lebih lima ton sampah berhasil terkumpul, kami keruk karena selama ini saluran Citapel tidak berfungsi sebagaimana mestinya," katanya, Jumat (20/11).

Warga Meruya Keluhkan Kerusakan Jl Kartika

Menurut Pangestu, selama ini saluran sepanjang 300 meter dan lebar lima meter itu kerap digunakan warga sebagai lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, sehingga sering menimbulkan genangan di lingkungan RW 10.

"Dampaknya ke RW 10, tapi mudah-mudahan setelah dikeruk tidak ada lagi genangan. Setelah ini juga rencananya saya akan memasangi spanduk pelaranagan buang sampah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6879 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5677 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3392 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2126 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1894 personAnita Karyati