You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Djarot Wacanakan JIC Sebagai Pusat Islam Nusantara
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Djarot Ingin JIC Jadi Pusat Budaya Islam Nusantara

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mewacanakan pengembangan Jakarta Islamic Centre (JIC) menjadi pusat budaya Islam Nusantara. Guna mewujudkan rencana tersebut, Djarot akan mendorong instensitas aktifitas kajian, diskusi dan dakwah ditingkatkan.


Dikatakan Djarot, sebagai pusat aktifitas Islam terbesar, keberadaan JIC harus membawa manfaat bagi umat Islam khususnya dan manusia umumnya.

"Sehingga JIC jadi pusat rujukan bagi siapa pun juga yang ingin belajar tentang Islam. Yaitu Islam yang Rahmatan Lil Alamin, Islam Indonesia, Islam Nusantara," ujar Djarot, Kamis (26/11).

Djarot Minta Warga Waspadai Terorisme

Djarot menambahkan, tidak hanya pembenahan infrastruktur, secara programatik pun harus ditingkatkan dengan lebih mengintensifkan kegiatan dakwah, diskusi dan kajian Islam. 

"Jadi biar orang ingin belajar Islam Nusantara ke sini, tak perlu ke Irak atau Suriah. Kalau bisa bukan hanya tingkat lokal, tapi juga internasional," tandas Djarot.

Berkenaan dengan pembangunan infrastruktur, Badan Manajemen Jakarta Islamic Centre (JIC) ke depan akan mendirikan Museum Islam Betawi, pengembangan perpustakan dan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  bagi kaum dhuafa, pada 2017 mendatang. Selain itu, tahun depan akan dibangun pusat bisnis untuk mengakomodir para pedagang kaki lima (PKL).

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12436 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1377 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1366 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1316 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1024 personBudhi Firmansyah Surapati