You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Mogok Massal, Metromini Sepi di Terminal Bus Tanjung Priok
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Metromini di Terminal Tanjung Priok Tak Beroperasi

Beberapa metromini di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, berhenti beroperasi melayani penumpang sebagai bentuk salidaritas aksi mogok yang dilakukan awak metromini di Jakarta.

Kami dari pagi kompak untuk tidak beroperasi sebagai solidaritas

Pantauan Beritajakarta.com di lokasi, dari trayek yang terpasang di terminal, Metromini T-41 jurusan Tanjung Priok-Pulogadung dan P-07 jurusan Semper-Senen, tak satu pun yang beroperasi. Terlihat, hanya dua unit metromini yang masih melayani penumpang, yaitu Metromini U-23 jurusan Tanjung Priok - Cilincing.

Yanto, salah seorang pengemudi metromini di Terminal Tanjung Priok mengatakan, tidak mengoperasikan kendaraannya sebagai bentuk protes kepada Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta yang banyak mengandangkan metromini. 

Sopir & Pemilik Metromini Demo Kantor Sudinhubtrans

"Kami dari pagi kompak untuk tidak beroperasi sebagai solidaritas pada sesama awak metromini yang melakukan mogok. Kalaupun ada metromini U 23  yang beroperasi hanya dua unit," ujar Yanto, Senin (21/12).

Diucapkan Yanto, di Teminal Tanjung Priok armada paling banyak adalah Metromini T-41 yang jumlahnya mencapai 20 unit lebih. 

"Kami mendesak Dishub DKI mau melepaskan metromini rekan kami yang dikandangkan," ucap Yanto.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye937 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati